Agenda DPR 21 Juli 2026: Rapat Paripurna Bahas RUU PFII, Satu Data Indonesia, dan Kerja Sama Pertahanan
Fakta News Day - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menggelar Rapat Paripurna pada Selasa, 21 Juli 2026, dengan agenda utama membahas dan mengambil keputusan terhadap sejumlah rancangan undang-undang (RUU) strategis. RUU yang dibahas mencakup RUU tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII), pengesahan kerja sama pertahanan dengan Malaysia dan Turki, serta usulan RUU Satu Data Indonesia.
Awal Kejadian
Kegiatan di DPR RI dimulai pada pukul 08.30 WIB dengan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi IV DPR RI. Rapat ini dihadiri oleh DPRD Kabupaten Temanggung dan perwakilan Komite Pertembakauan, membahas perlindungan petani dan keberlanjutan usaha tani tembakau di daerah tersebut.
Perkembangan
Pukul 09.00 WIB, Komisi IX DPR RI melanjutkan dengan RDPU bersama Komisi C DPRD Kabupaten Tulungagung. Rapat ini bertujuan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat terkait bidang kesehatan, ketenagakerjaan, dan kependudukan. Agenda utama dimulai pada pukul 09.30 WIB dalam Rapat Paripurna DPR RI, di mana DPR melakukan Pembicaraan Tingkat II dan pengambilan keputusan terhadap RUU PFII.
Rapat Paripurna juga mencakup pengesahan dua RUU tentang kerja sama pertahanan antara Pemerintah Indonesia dengan Malaysia dan Turki. Selain itu, Komisi I DPR RI akan melaporkan hasil uji kelayakan calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat untuk periode 2026–2029, diikuti dengan pengambilan keputusan. Rapat ini juga membahas penerimaan hibah alat pertahanan dari luar negeri sebelum diputuskan dalam paripurna.
Agenda legislasi lainnya adalah penyampaian pandangan fraksi-fraksi terhadap RUU Satu Data Indonesia, yang merupakan usul inisiatif Badan Legislasi DPR RI. DPR juga akan memutuskan status RUU Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang diusulkan oleh Komisi V DPR RI.
Kondisi Terakhir
Rangkaian sidang akan ditutup dengan Pidato Ketua DPR RI dalam penutupan Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026. Pada pukul 13.00 WIB, Ketua Komisi VI DPR RI dijadwalkan menerima kunjungan Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, guna membahas penguatan hubungan bilateral di bidang perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi.




