Profil Angkie Yudistia: Penyandang Tunarungu yang Menjadi Staf Khusus Presiden Joko Widodo
Sumber Foto: Grid.ID
Fakta Khusus

Profil Angkie Yudistia: Penyandang Tunarungu yang Menjadi Staf Khusus Presiden Joko Widodo

Angkie Yudistia adalah salah satu dari tujuh staf khusus Presiden Joko Widodo yang menarik perhatian publik. Meskipun memiliki keterbatasan pendengaran, Angkie telah menunjukkan prestasi yang menginspirasi banyak orang. Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang dirinya.

1. Penyandang Tunarungu

Angkie Yudistia, seorang wanita berusia 32 tahun, diketahui mengalami gangguan pendengaran sejak usia 10 tahun. Gangguan ini diduga disebabkan oleh infeksi malaria yang dialaminya, ditambah dengan konsumsi obat-obatan antibiotik. Ia menyadari kondisinya setelah sering tidak mendengar panggilan dari orang-orang di sekitarnya.

2. Seorang Penulis

Setelah melalui masa-masa sulit dan merasa tidak percaya diri di usia remaja, Angkie berhasil bangkit dan menulis buku berjudul "Perempuan Tunarungu, Menembus Batas". Buku ini menceritakan perjalanan hidupnya sebagai penyandang disabilitas dan upayanya untuk mengatasi tantangan.

3. Lulusan London School of Public Relations Jakarta

Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 2 Bogor, Angkie melanjutkan studi di London School of Public Relations Jakarta. Di sini, ia menemukan pola pikir yang lebih positif dan belajar pentingnya kejujuran, baik kepada diri sendiri maupun orang lain.

4. Finalis Abang None Jakarta 2008

Pada tahun 2008, Angkie terpilih sebagai "The Most Fearless Female Cosmopolitan 2008" dalam kontes pencarian Duta Pariwisata DKI Jakarta. Prestasi ini menambah daftar pencapaian yang telah diraihnya.

5. Ketakutan Akan Perkawinan

Sebelum memutuskan untuk menikah, Angkie mengaku merasa takut dan ragu untuk menjalani kehidupan berumah tangga. Namun, sang suami berhasil meyakinkannya untuk melangkah maju meskipun kondisi yang dihadapinya.

6. Ketakutan Menjaga Anak

Setelah menikah dan memiliki anak, Angkie merasa cemas ketika harus ditinggal sendirian dengan anak-anaknya karena ia tidak dapat mendengar mereka menangis. Untuk mengatasi hal ini, ia beradaptasi dengan bantuan mertua yang tinggal dekat.

7. Pendiri Thisable Enterprise

Angkie adalah pendiri Thisable Enterprise, sebuah organisasi yang bertujuan untuk membantu orang-orang dengan keterbatasan. Bersama timnya, ia menjalin kerja sama dengan Gojek Indonesia untuk mempekerjakan penyandang difabel di layanan Go-Auto dan Go-Glam.