Doli Kurnia Tandjung Dorong Budaya Antikorupsi
Ahmad Doli Kurnia Tandjung, seorang politikus dari Partai Golkar dan anggota DPR RI, mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi. Dalam pernyataannya, Doli menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem rekrutmen dan pencalonan kepala daerah, agar hanya figur-figur yang memiliki integritas yang dapat memimpin daerah.
Menurut Doli, situasi korupsi di Indonesia saat ini memerlukan perhatian serius. Ia mengamati bahwa banyak kepala daerah yang terjerat dalam kasus hukum, dan hal ini menunjukkan perlunya perubahan dalam cara kita memilih pemimpin. "Kita harus memastikan bahwa para pemimpin yang terpilih adalah mereka yang memiliki komitmen untuk melayani masyarakat dengan baik," ujarnya.
Doli juga menegaskan bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi tidak seharusnya diukur dari banyaknya pejabat yang ditangkap, melainkan dari terciptanya situasi zero corruption. "Indikator keberhasilan adalah ketika tidak ada lagi pejabat yang terlibat dalam praktik korupsi," tambahnya.
Lebih lanjut, Doli mengajak semua elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan budaya antikorupsi. Ia percaya bahwa peningkatan kesadaran hukum di kalangan masyarakat adalah langkah penting untuk mencegah praktik rasuah sejak dini. "Kita tidak bisa main-main lagi. Ini adalah masalah serius yang harus kita hadapi bersama," tegasnya.
Pernyataan Doli ini muncul setelah adanya operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang kepala daerah. Doli berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah yang diberikan oleh rakyat.




