PLN Puslitbang Kembangkan Teknologi Penyimpanan Hidrogen
Fakta News Day - PT PLN (Persero) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan (Puslitbang) mempercepat inovasi teknologi hidrogen untuk mendukung ekosistem energi bersih di Indonesia. Inovasi-inovasi tersebut diperkenalkan dalam ajang Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 di Jakarta.
Awal Kejadian
Dalam kunjungannya ke booth PLN Puslitbang, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengapresiasi inovasi yang dikembangkan, khususnya teknologi penyimpanan hidrogen. Ia menegaskan bahwa infrastruktur pendukung, termasuk Hydrogen Refueling Station (HRS), telah siap beroperasi dan tinggal menunggu kehadiran kendaraan berbahan bakar hidrogen.
Perkembangan
General Manager PLN Puslitbang Mochamad Soleh menjelaskan berbagai inovasi yang sedang dikembangkan, termasuk tabung penyimpanan hidrogen bertekanan hingga 700 bar. Tabung ini dirancang untuk mendukung kebutuhan transportasi berbasis hidrogen, dengan kapasitas menyimpan sekitar 5 kilogram hidrogen yang cukup untuk menggerakkan mobil hidrogen sejauh 500 kilometer dalam sekali pengisian.
Soleh menekankan bahwa pengembangan tabung bertekanan tinggi harus memperhatikan aspek keamanan dan efisiensi. Riset diarahkan untuk menghasilkan tabung yang lebih ringan tanpa mengorbankan kekuatan dan daya tahannya. Selain itu, PLN Puslitbang juga mengembangkan berbagai metode produksi hidrogen, termasuk eksplorasi sumber-sumber alternatif.
Kondisi Terakhir
Soleh berharap GHES 2026 dapat memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam membangun ekosistem hidrogen nasional. Dengan forum ini, diharapkan terjadi sinergi dalam pengembangan teknologi, sehingga energi bersih masa depan dapat dikembangkan secara kolektif.




