Indonesia Harus Beralih dari Konsumen Menjadi Produsen Teknologi
Sumber Foto: Majalah ICT
Teknologi

Indonesia Harus Beralih dari Konsumen Menjadi Produsen Teknologi

Fakta News Day - Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk bertransformasi dari sekadar pengguna teknologi menjadi produsen teknologi yang mampu bersaing di tingkat global. Selama bertahun-tahun, Indonesia telah mengandalkan produk dan inovasi dari negara lain, sementara nilai tambah ekonomi digital sebagian besar mengalir ke luar negeri.

Awal Kejadian

Indonesia telah lama menjadi pasar untuk berbagai teknologi, mulai dari perangkat telekomunikasi hingga sistem operasi dan kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh perusahaan asing. Dengan tumbuhnya ekonomi digital yang menjadi terbesar di Asia Tenggara, tantangan baru muncul, terutama memasuki era teknologi maju seperti AI, komputasi kuantum, dan jaringan generasi berikutnya.

Perkembangan

Indonesia perlu memilih beberapa bidang strategis untuk dikuasai dalam pengembangan teknologi. AI, jaringan 6G, dan komputasi kuantum diperkirakan akan membentuk perekonomian dunia di masa depan. AI adalah teknologi yang paling siap dimanfaatkan dengan potensi besar di berbagai sektor. Sementara itu, 6G masih dalam tahap penelitian, dan Indonesia harus terlibat dalam pengembangan ini untuk tidak ketinggalan. Adapun komputasi kuantum merupakan investasi jangka panjang yang memerlukan persiapan sumber daya manusia dan kolaborasi internasional.

Kondisi Terakhir

Untuk mencapai visi menjadi pusat inovasi teknologi di Asia menjelang 2045, Indonesia perlu meluncurkan program nasional yang mengutamakan pengembangan teknologi strategis. Selain itu, diperlukan Dana Abadi Teknologi untuk mendukung riset jangka panjang. Keberhasilan transformasi digital harus diukur dari seberapa banyak teknologi yang dihasilkan dan kontribusi sektor teknologi terhadap ekspor nasional, bukan hanya dari jumlah pengguna internet atau infrastruktur yang dibangun.