Pengrusakan Lahan Perkebunan Negara di Jawa Barat: Wawancara Khusus dengan Desmanto
BANDUNG - Dalam wawancara khusus dengan Pemimpin Redaksi Tribun Jabar, Adi Sasono, Desmanto, Regional Head PTPN 1 Regional 2, mengungkapkan masalah serius terkait penguasaan dan pengrusakan lahan perkebunan negara di wilayah Jawa Barat dan Banten. Kasus terbaru yang menjadi sorotan adalah penumbangan tanaman teh produktif di Pangalengan, Kabupaten Bandung, yang tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga mengancam kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pengelolaan aset negara.
Situasi PTPN 1 Regional 2
Desmanto menjelaskan bahwa PTPN 1 Regional 2 mengelola lahan seluas sekitar 113.000 hektare yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Jawa Barat dan 2 kabupaten di Banten. Komoditas utama yang dikelola meliputi kelapa sawit, teh, dan karet. Lahan kelapa sawit sebagian besar terletak di Banten, sementara di Jawa Barat terdapat sekitar 10.000 hektare.
Pengrusakan Lahan dan Alih Fungsi
Mengenai pengrusakan yang terjadi, Desmanto menyatakan bahwa kejadian ini telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu, jauh sebelum viralnya kasus penumbangan pohon teh baru-baru ini. Awalnya, masyarakat meminta izin untuk bertani di lahan yang dikelola PTPN 1, terutama di area yang tanaman perkebunannya mati atau tidak terawat. Dalam beberapa kasus, izin diberikan untuk memanfaatkan lahan kosong tersebut.
Namun, permasalahan mulai muncul ketika praktik ini tidak terkendali. Masyarakat mulai menanam tanaman pertanian, khususnya sayuran, dan seiring berjalannya waktu, muncul anggapan bahwa bertani di lahan tersebut sangat menguntungkan. Desmanto menyebutkan bahwa tindakan merusak dan memperluas lahan oleh oknum tertentu menjadi semakin umum, menyebabkan lahan yang seharusnya dipertahankan menjadi rusak.
Ancaman terhadap Ekonomi dan Lingkungan
Pengrusakan lahan ini tidak hanya berdampak pada ekonomi perusahaan, tetapi juga mengancam keberlanjutan lingkungan. Pihak PTPN 1 menegaskan pentingnya menjaga aset negara dan memastikan bahwa lahan perkebunan dapat dikelola secara berkelanjutan untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan.
Wawancara ini memberikan gambaran yang jelas mengenai tantangan yang dihadapi oleh PTPN 1 Regional 2 dalam menjaga kelestarian lahan perkebunan di tengah fenomena pengrusakan yang semakin mengkhawatirkan.




