Fakta Menarik tentang Penjara Spandau dan Tujuh Pejabat Nazi
Setelah berakhirnya Perang Dunia II, pengadilan Nuremberg mengungkap berbagai kekejaman yang dilakukan oleh rezim Nazi. Para pejabat senior Nazi yang masih hidup diadili dan banyak di antaranya dijatuhi hukuman mati akibat keterlibatan mereka dalam Holocaust. Tujuh pejabat Nazi, termasuk penerus Adolf Hitler, Karl Donitz, dijatuhi hukuman penjara di Penjara Spandau yang terletak di Berlin. Meskipun kisah mereka di Spandau sering terlupakan, penjara tersebut menyimpan sejumlah fakta menarik mengenai kehidupan para tahanan selama masa penahanan mereka. Berikut adalah tujuh fakta tentang Penjara Spandau yang perlu diketahui.
1. Albert Speer Menulis Memoar di Kertas Toilet
Albert Speer, yang menjabat sebagai Menteri Persenjataan dan Produksi Perang, menulis memoar saat menjalani hukuman di Penjara Spandau. Dalam sepuluh tahun pertama penahanannya, ia menulis buku yang dikenal sebagai Inside the Third Reich dan Spandau: The Secret Diaries di atas 20.000 lembar kertas toilet. Melalui bantuan sipir penjara, catatan tersebut berhasil diselundupkan kepada istrinya untuk kemudian ditranskripsi.
2. Rudolf Hess Menjadi Tahanan Sendirian Selama Lebih dari 20 Tahun
Setelah tahanan lainnya dibebaskan, Rudolf Hess menjadi satu-satunya penghuni Spandau selama lebih dari dua dekade. Ia mengalami penurunan kesehatan mental yang signifikan akibat kesendirian, namun kondisi ini membaik setelah menerima perawatan medis yang diperlukan. Pada tahun 1987, Hess ditemukan meninggal dunia di selnya setelah melakukan bunuh diri.
3. Ketidakakrabannya Antar Tahanan
Meski semua tahanan berada dalam satu penjara, mereka tidak pernah menjalin hubungan yang akrab. Rudolf Hess dikenal sebagai sosok penyendiri, sementara Albert Speer meskipun disukai oleh sipir, jarang berinteraksi dengan tahanan lain. Ketegangan antara tahanan sering terjadi, seperti antara Karl Donitz dan Erich Raeder yang sering berdebat meskipun memiliki persamaan dalam kebencian terhadap tahanan lainnya.
4. Sistem Piket Quadripartite di Penjara
Penjara Spandau dikelola oleh empat negara — Inggris, Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat — dengan sistem piket yang bergantian setiap tiga bulan. Sistem ini memungkinkan kehadiran diplomatik Rusia di Berlin Barat, dan memberikan akses bagi para tahanan untuk mendapatkan makanan dari negara yang sedang bertugas.
5. Teori Konspirasi Mengenai Rudolf Hess
Sebuah teori konspirasi mengklaim bahwa Rudolf Hess yang ditahan di Spandau bukanlah sosok yang asli, melainkan seseorang yang menyamar. Meskipun ada berbagai spekulasi, teori ini dibantah setelah analisis DNA menunjukkan kecocokan tinggi dengan kerabatnya, membuktikan bahwa ia adalah orang yang sama yang ditahan.
6. Albert Speer Melakukan 'Perjalanan' Dari Dalam Sel
Albert Speer dikenal aktif selama masa penahanannya, berusaha menjaga kebugaran fisik dan mental. Ia mengklaim telah membaca 5.000 buku dan melakukan perjalanan imajiner ke seluruh dunia dengan menggunakan buku sebagai panduan. Ia bahkan mencatat jarak yang ditempuh dalam imajinasinya, mencapai lebih dari 30.000 kilometer.
7. Penjara Spandau Dihancurkan Setelah Kematian Rudolf Hess
Setelah Rudolf Hess meninggal dunia, keputusan diambil untuk menghancurkan Penjara Spandau guna mencegah kemungkinan tempat tersebut menjadi kuil bagi neo-Nazi. Semua bangunan penjara dihancurkan, dan sisa-sisa bangunan tersebut dihancurkan menjadi bubuk dan dibuang di Laut Utara. Saat ini, lokasi bekas penjara telah diubah menjadi kompleks perbelanjaan.
Fakta-fakta ini memberikan gambaran tentang kehidupan para tahanan di Penjara Spandau, sebuah tempat yang menjadi saksi bisu sejarah kelam setelah Perang Dunia II.




