ATTB Usulkan Pembangunan Jalan Khusus Truk Tambang Legok-Parung Panjang
Asosiasi Transporter Tangerang-Bogor (ATTB) mengajukan usulan kepada pemerintah pusat untuk segera membangun jalan khusus bagi truk tambang yang menghubungkan Legok, Tangerang, dengan Parung Panjang, Bogor. Usulan ini disampaikan pada Sabtu, 21 September, sebagai langkah untuk mengatasi masalah transportasi yang terjadi di wilayah tersebut.
Pembangunan jalan khusus diharapkan dapat mengurangi konflik antara masyarakat dan operasional truk tambang yang semakin meningkat. Sekretaris Jenderal ATTB, Ahmad Gozali, menekankan pentingnya solusi ini agar tidak terjadi gangguan pada masyarakat akibat aktivitas kendaraan truk tambang.
Tujuan Pembangunan Jalan Khusus
Ahmad Gozali menyatakan bahwa akses jalan khusus truk tambang merupakan solusi yang paling tepat dan efektif. Dengan adanya jalur terpisah, diharapkan interaksi antara truk tambang dan pengguna jalan lainnya dapat diminimalisir, sehingga potensi kecelakaan dan kemacetan dapat berkurang.
“Segera dibangun jalan khusus tambang. Itu solusi yang paling tepat, agar tidak ada lagi persoalan terganggu terhadap masyarakat atas aktivitas kendaraan truk tambang,” ujar Gozali.
Tantangan Jam Operasional dan Volume Kendaraan
ATTB juga mencatat bahwa jumlah kendaraan truk tambang yang beroperasi di wilayah Bogor dan Tangerang mencapai 2.700 unit, termasuk sekitar 900 unit truk kosong. Meskipun pihak transporter dan perusahaan tambang sudah mematuhi peraturan daerah (Perda) terkait jam operasional, volume kendaraan yang besar membuat aturan yang ada menjadi kurang efektif.
Perbedaan regulasi jam operasional antar daerah juga menjadi tantangan. Pemkab Bogor telah menambahkan jam operasional di Parung Panjang, yaitu pukul 09.00–11.00 WIB dan 13.00–16.00 WIB, sementara Pemkab Tangerang masih berpedoman pada Perbup Nomor 12 Tahun 2022 yang membatasi truk tambang beroperasi hanya pada pukul 22.00–05.00 WIB.
Koordinasi Lintas Provinsi
ATTB mendesak pemerintah untuk melakukan koordinasi lintas provinsi dalam upaya sinkronisasi aturan jam operasional truk tambang. Gozali berharap pemerintah daerah dari tiga provinsi, yakni Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta, dapat duduk bersama untuk membahas isu ini, mengingat dampak operasional truk yang melintasi wilayah-wilayah tersebut.
Material tambang banyak dibawa dari Bogor menuju Tangerang, terutama karena pembangunan yang lebih banyak berpusat di daerah Banten. Oleh karena itu, koordinasi yang baik antar wilayah sangat diperlukan agar kelancaran logistik dapat terjaga tanpa menimbulkan masalah sosial atau kemacetan yang parah.




