Klarifikasi Terkait Susu UHT untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
YOGYAKARTA – Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan beredarnya informasi mengenai susu Ultra High Temperature (UHT) yang diklaim khusus untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Masyarakat pun mulai mencari tahu lebih lanjut mengenai keberadaan produk tersebut.
Informasi Viral di Media Sosial
Susu UHT yang dikaitkan dengan program MBG pertama kali viral di platform media sosial X-Twitter. Pengguna dengan nama akun @ba*****win mengunggah foto susu tersebut pada Jumat, 16 Januari 2026. Dalam foto tersebut, terlihat susu berukuran 125 mililiter (ml) dengan kemasan berwarna biru. Pada kemasan tercantum informasi bahwa produk ini tidak untuk dijual, melainkan khusus untuk program MBG.
Pada kemasan susu tersebut tertulis, "SUSU GRATIS PROGRAM MBG" dan "TIDAK UNTUK DIPERJUALBELIKAN". Akun tersebut juga menyoroti komposisi susu yang diklaim sebagai Susu Sekolah untuk program MBG.
Klarifikasi dari Badan Gizi Nasional
Menanggapi informasi yang beredar, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan kebijakan atau permintaan untuk memproduksi susu khusus bagi program MBG. "Dari sisi BGN, tidak pernah ada kebijakan mengenai susu khusus sekolah," ujarnya.
Ketentuan Susu dalam Menu MBG
Dadan menjelaskan bahwa susu bukanlah komponen wajib dalam menu MBG. Pemberian susu dalam menu tersebut dianjurkan terutama untuk daerah yang memiliki peternakan sapi, di mana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beroperasi. Kebijakan ini bertujuan untuk mendukung ekonomi UMKM penyedia susu sapi perah setempat. Contoh SPPG yang memiliki peternakan sapi antara lain di Cimahi, Metro Lampung, dan Caringin Bogor.
Di daerah yang tidak memiliki peternakan sapi atau bukan penghasil susu sapi, menu susu dapat diganti dengan makanan lain yang kaya protein dan kalsium.
Kriteria Susu dalam Program MBG
Menurut Tim Pakar Susu BGN dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Epi Taufik, susu yang digunakan dalam menu MBG harus memenuhi kriteria tertentu, termasuk mengandung minimal 20 persen susu segar dari dalam negeri. Selain itu, ukuran kemasan susu juga disesuaikan dengan kelompok usia anak. Untuk anak PAUD hingga SD, ukuran susu yang diberikan adalah 115 ml per anak setiap hari, sedangkan untuk anak SMP dan SMA adalah 125 ml per anak setiap hari.
Demikianlah beberapa fakta terkait susu UHT yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis. Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar di media sosial.




