Klarifikasi Terkait Susu UHT untuk Program Makan Bergizi Gratis
Baru-baru ini, sebuah unggahan di media sosial menyatakan bahwa pemerintah telah mengeluarkan susu Ultra High Temperature (UHT) khusus untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Unggahan tersebut mencuri perhatian publik setelah diposting oleh akun X @ba*****win pada Jumat, 16 Januari 2026, dan mencatat lebih dari 3,3 juta tayangan serta 33.000 likes hingga Selasa, 20 Januari 2026.
Dalam unggahan tersebut, terdapat foto susu UHT berukuran 125 mililiter dengan kemasan berwarna biru muda, yang mencantumkan tulisan "SUSU SEKOLAH", "SUSU GRATIS PROGRAM MBG", dan "TIDAK UNTUK DIPERJUALBELIKAN". Komposisi susu tersebut terdiri dari 50 persen susu sapi segar, 49 persen susu rekombinasi, serta penstabil nabati, tanpa pengawet.
Pernyataan Kepala BGN
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi mengenai isu ini. Dalam penjelasannya, Dadan menegaskan bahwa BGN tidak pernah mengeluarkan kebijakan atau permintaan untuk memproduksi susu khusus untuk sekolah. "Dari sisi BGN, tidak ada kebijakan mengenai susu khusus sekolah," ujarnya pada Senin, 19 Januari 2026.
Menurut Dadan, meskipun susu merupakan komponen penting dalam pemenuhan gizi anak, susu tidak diwajibkan dalam menu MBG. Ia menjelaskan bahwa susu dianjurkan untuk diberikan di daerah yang memiliki peternakan sapi sendiri, guna mendukung sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan ekonomi lokal.
Penyesuaian Menu MBG
Dalam program MBG, bahan pangan yang digunakan disesuaikan dengan kekayaan sumber daya wilayah dan kearifan lokal setempat. Dadan memberi contoh beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) seperti di Cimahi, Metro Lampung, dan Caringin Bogor yang menerapkan kebijakan ini.
Untuk daerah yang bukan penghasil susu, SPPG setempat dapat mengganti susu dengan sumber makanan lain yang kaya protein dan kalsium. Dadan menambahkan bahwa BGN telah menetapkan standar komposisi gizi dalam setiap menu MBG, yang disusun oleh ahli gizi berdasarkan potensi sumber daya lokal.
Kebutuhan Khusus dalam Program MBG
BGN juga memperhatikan kebutuhan khusus siswa, seperti mereka yang mengalami intoleransi laktosa atau alergi terhadap bahan pangan tertentu. "MBG memberikan menu yang sesuai bagi siswa dengan kebutuhan khusus, termasuk mereka yang alergi atau mengalami intoleransi laktosa," tambah Dadan.
Dengan penjelasan ini, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa tidak ada produk susu UHT khusus untuk program MBG yang diumumkan oleh pemerintah.




