Belva Devara Mundur dari Jabatan Staf Khusus Presiden Jokowi
Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi), Adamas Belva Syah Devara, mengundurkan diri dari jabatannya. Belva menyampaikan pengunduran diri tersebut melalui surat kepada Presiden Jokowi pada Rabu, 15 April 2020.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung membenarkan kabar itu dan menyatakan Presiden telah menerima surat pengunduran diri Belva. Pernyataan tersebut disampaikan Pramono kepada wartawan pada Selasa, 21 April 2020.
Pramono juga mengatakan Presiden memahami alasan pengunduran diri Belva. Menurutnya, sejak awal Presiden menginginkan anak muda berpotensi untuk bergabung dalam pemerintahan agar dapat berkontribusi lewat gagasan inovatif dan kreatif, sekaligus memperoleh ruang belajar terkait tata kelola pemerintahan.
Profil singkat Belva Devara
- Latar belakang keluarga: Belva Devara lahir di Jakarta pada 30 Mei 1990. Ia disebut berasal dari keluarga sederhana dan merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.
- Pendidikan: Ia menempuh pendidikan sarjana di Nanyang Technological University, Singapura, melalui program gelar ganda Bisnis dan Ilmu Komputer. Pada 2013, ia mengambil gelar Master of Business Administration di Stanford University. Setahun kemudian, pada 2014, ia meraih gelar Master of Public Administration di Harvard University. Seluruh pendidikan kuliahnya disebut diperoleh melalui beasiswa penuh.
- Pengalaman kerja: Pada 2011, Belva sempat bekerja sebagai konsultan di McKinsey & Company selama sekitar dua tahun, sebelum keluar pada 2013.
- Ruangguru: Pada 2016, ia mendirikan startup pendidikan Ruangguru bersama Muhammad Iman Usman. Perusahaan tersebut bergerak di bidang pembelajaran daring. Pada 2019, Ruangguru mendapat pendanaan sebesar US$ 150 juta untuk mendukung pengembangan produk dan layanan.
Enam bulan menjabat, lalu mengundurkan diri
Belva ditunjuk sebagai staf khusus presiden pada November 2019, bersama enam orang lainnya yang disebut sebagai perwakilan milenial. Namun, pada 15 April 2020, ia memutuskan mundur dari jabatan tersebut.
Belva menyatakan pengunduran dirinya dilakukan agar tidak memunculkan polemik berkepanjangan mengenai posisinya sebagai staf khusus presiden, terutama terkait Ruangguru yang terlibat dalam program Kartu Prakerja. Ia menilai polemik tersebut berisiko mengganggu konsentrasi pemerintah dalam menghadapi pandemi COVID-19.
Belva juga menegaskan bahwa, sebagaimana penjelasan Kementerian Koordinator Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja (PMO), proses verifikasi mitra Kartu Prakerja telah berjalan sesuai aturan yang berlaku dan tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan. Ia menyebut pemilihan mitra dilakukan langsung oleh peserta pemegang Kartu Prakerja.




