Yazid Hilang di Bukit Mongkrang, Rencana Jalur Baru Terungkap
Sumber Foto: Kompas.com
Fakta Terkini

Yazid Hilang di Bukit Mongkrang, Rencana Jalur Baru Terungkap

KARANGANYAR, KOMPAS.com – Fakta terbaru hilangnya Yazid Ahmad Firdaus (26) di Bukit Mongkrang sejak Minggu (18/1/2026), diungkapkan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno.

Sebelum hilang, Yazid itu sempat membicarakan rencana membuka jalur pendakian baru di Bukit Mongkrang bersama temannya.

Sumarno yang ditemui Kompas.com di Bukit Mongkrang, Rabu (28/1/2026), mengatakan ayah Yazid merupakan teman satu angkatannya saat menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).

Dari komunikasi intens yang dilakukan Sekda Jateng dengan ayah Yazid, diketahui adanya rencana membuka jalur baru tersebut.

“Saya kemarin ngobrol dengan bapaknya. Ternyata ada obrolan dengan temannya bikin jalur baru,” kata Sumarno.

Belajar dari Kasus Dzikri yang Hilang di Kawah Ijen, Ini Tips bagi Pendaki Pemula

Artikel Kompas.id

Menurut Sumarno, jalur yang dimaksud berada di sekitar Pos 3, kemudian berbelok ke arah kiri.

“Menurut informasi, itu pos 3 belok kiri, di lokasi yang tercium bau anyir,” ujarnya.

Ia menyebut temuan tersebut sejalan dengan indikasi yang diperoleh tim pencari menggunakan anjing pelacak (K9) dan tim vertical rescue.

“Ternyata ini juga nyambung dengan indikasi yang ditemukan oleh K9 atau tim vertical kemarin. Itu adalah sebelah kiri pos 3,” bebernya.

Pencarian Hari ke-10 Masih Nihil

Sementara itu, pencarian terhadap Yazid oleh tim SAR gabungan hingga hari ke-10 masih belum membuahkan hasil.

Kepala Kantor Basarnas Surakarta, Kamal Riswandi, mengatakan pencarian dilakukan dengan berbagai metode, termasuk penyisiran darat, penggunaan K9, dan vertical rescue.

“Hari ini 350 personel dari 50 organisasi,” kata Kamal saat ditemui di Bukit Mongkrang, Rabu (28/1/2026).

Ia mengungkapkan cuaca ekstrem menjadi salah satu kendala utama dalam operasi pencarian.

“Kendalanya cuaca cukup ekstrem. Tadi saya sudah naik ke atas, angin cukup besar, jarak pandang juga sangat terbatas, tidak lebih dari 5 meter,” ujarnya.

Kamal menambahkan, tim SAR akan melakukan evaluasi terkait kemungkinan perpanjangan masa pencarian, mengingat perpanjangan pertama selama tiga hari telah dilakukan.

“Untuk pertimbangan, dari personel dan sumber daya, cuaca juga akan dijadikan pertimbangan,” bebernya.