Tradisi Salat Tarawih Kilat di Blitar yang Bertahan Selama 119 Tahun
Sumber Foto: Surya.co.id
Fakta Kilat

Tradisi Salat Tarawih Kilat di Blitar yang Bertahan Selama 119 Tahun

Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Hikam, yang terletak di Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, telah menjadi tempat berkumpulnya ratusan jemaah untuk melaksanakan salat tarawih kilat. Tradisi unik ini telah berlangsung selama 119 tahun dan menjadi magnet bagi masyarakat setempat dan daerah sekitarnya.

Sejarah dan Latar Belakang

Tradisi salat tarawih kilat ini pertama kali dicetuskan oleh Mbah Abdul Ghofur pada tahun 1907. Tujuannya adalah untuk mengajak kaum mualaf dan petani agar lebih rajin beribadah. Dalam praktiknya, durasi salat tarawih di Ponpes ini hanya berkisar antara 10 hingga 13 menit, termasuk salat isya, 20 rakaat tarawih, dan 3 rakaat witir.

Kehadiran Jemaah

Setiap Ramadan, ratusan jemaah dari berbagai daerah, termasuk Kediri dan Tulungagung, memadati masjid yang memiliki kapasitas 750 orang. Meski durasi salat yang cepat, para jemaah tetap melaksanakan ibadah dengan penuh khusyuk.

Pengalaman Jemaah

Beberapa jemaah mengungkapkan alasan mereka memilih salat di Ponpes Mambaul Hikam. Romadoni, seorang jemaah berusia 31 tahun, menyatakan, "Saya rutin mengikuti tarawih di sini setiap tahun karena suasananya yang ramai dan menambah semangat. Salatnya cepat, jadi bisa segera istirahat." Senada dengan Romadoni, Slamet, 27 tahun, juga menyatakan bahwa ia lebih memilih salat di sini karena durasinya yang singkat.

Menjaga Aspek Syariat

Pengasuh Ponpes, KH Muhammad Dliya'uddin Azzamzami atau Gus Dliya', menjelaskan bahwa meskipun durasi salat tarawih lebih cepat, semua rukun salat dan bacaan Al-Fatihah tetap dijalankan secara lengkap. "Bacaan Al-Fatihah juga lengkap, ada bacaan surat, dan sunah-sunah yang lain tetap dijalankan dalam salat tarawih. Standar durasinya 13-15 menit, tapi kalau imamnya muda bisa 10 menit," ujar Gus Dliya'.

Kesimpulan

Dengan latar belakang sosiologis yang kuat, tradisi salat tarawih kilat di Ponpes Mambaul Hikam terus bertahan dan tetap diminati oleh masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya membawa manfaat spiritual, tetapi juga memperkuat komunitas umat Islam di wilayah tersebut.