Tips Aman Berkendara Motor Selama Puasa: Prioritaskan Keselamatan
Perbesar
Ketik p
Cari
Liputan6.com, Jakarta - Perubahan pola makan dan waktu istirahat selama bulan Ramadan kerap memengaruhi kondisi fisik serta tingkat konsentrasi.
Meski sedang melakukan ibadah puasa, keselamatan saat berkendara sepeda motor tetap harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh diabaikan.
Berkendara dalam kondisi berpuasa memang memiliki tantangan tersendiri. Tubuh yang lebih cepat lelah, rasa kantuk, hingga fokus yang menurun bisa meningkatkan risiko di jalan raya.
Dengan begitu, lebih peduli terhadap kondisi tubuh serta konsisten menerapkan kebiasaan berkendara yang aman masih harus menjadi prioritas utama pengendara roda dua di setiap perjalanan.
"Keselamatan berkendara tidak hanya soal keterampilan mengendarai sepeda motor, tetapi bagaimana pengendara mempersiapkan diri sebelum berangkat dan tetap waspada selama di jalan. Saat berpuasa, berkendara menuntut lebih perhatian ekstra," ujar Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, dalam keterangan resmi, Rabu (25/2/2026).
Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan pengendara sepeda motor selama menjalani ibadah puasa. Pertama, merencanakan rute perjalanan sebelum berangkat.
Dengan mengetahui jalur yang akan dilalui, pengendara bisa menghindari titik kemacetan atau jam sibuk yang berpotensi memicu stres dan kelelahan.
Rute yang lebih lancar membantu menjaga emosi tetap stabil dan konsentrasi tetap terjaga.
Kedua, mengatur waktu tidur dengan baik. Selama Ramadan, waktu istirahat kerap berkurang karena harus bangun sahur, dan menjalankan ibadah malam.
Kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi hingga memicu microsleep yang berbahaya.
Selain itu, pastikan sahur dengan asupan nutrisi seimbang dan cairan yang cukup agar tubuh tidak mudah lemas saat berkendara.
Perlengkapan Berkendara yang Aman
Perbesar
Tak kalah penting, hal ketiga yang harus diperhatikan adalah selalu gunakan perlengkapan berkendara lengkap seperti helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu.
Perlengkapan ini menjadi pelindung utama jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Kelima, Pengendara juga wajib menjaga jarak aman dengan kendaraan lain untuk memberi ruang reaksi lebih panjang dalam situasi darurat.
"Saat sudah merasa lelah, mengantuk, atau kurang fokus, hal kelima yang harus diperhatikan, sebaiknya jangan memaksakan diri. Menepi dan beristirahat sejenak adalah keputusan bijak. Pastikan sahur dengan nutrisi cukup, minum air yang memadai, dan berkendara dengan kecepatan yang wajar agar tetap aman selama Ramadan," tukas Agus Sani.




