Serangan Mendadak Hamas: Lima Fakta Kunci yang Mengguncang Israel
JERUSALEM - Pada Sabtu, 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan serangan mendadak terhadap Israel dari Gaza dengan menggunakan berbagai metode, termasuk serangan udara, darat, dan laut. Peristiwa ini mengejutkan banyak pihak dan mengakibatkan korban jiwa yang signifikan di kedua belah pihak.
Korban Jiwa yang Meningkat
Hingga malam hari setelah serangan, tercatat sekitar 100 warga sipil Israel, termasuk perempuan dan anak-anak, kehilangan nyawa akibat serangan kombatan Hamas. Sementara itu, serangan balasan dari Israel juga menyebabkan 198 warga sipil Palestina tewas di Gaza. Suara sirene peringatan serangan udara terdengar hingga ke Tel Aviv, dan sistem pertahanan Israel, termasuk di Yerusalem, beroperasi untuk menghadapi ancaman yang datang.
Keadaan yang Mencengangkan
Serangan ini telah memicu ketakutan besar di kalangan warga Israel, mengingat waktu pelaksanaannya bertepatan dengan perayaan Yahudi, Simchat Torah. Banyak yang menyamakan peristiwa ini dengan kejutan serangan pada tahun 1973, ketika militer Israel tidak siap menghadapi serangan berskala besar dari Mesir dan Suriah. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana serangan sebesar ini dapat dilancarkan tanpa terdeteksi oleh intelijen Israel.
Infiltrasi dan Penangkapan
Hamas mengklaim telah menyandera sejumlah warga dan tentara Israel, dengan video yang menunjukkan milisi menyeret tentara yang terluka. Meski video tersebut belum terverifikasi, situasi ini mengingatkan pada penculikan tentara Gilad Shalit pada tahun 2006. Selain itu, penggunaan paraglider oleh Hamas untuk menyerang Israel membawa kembali ingatan akan taktik serupa yang digunakan dalam serangan di akhir 1980-an.
Penyebab Ketegangan yang Terpendam
Pejabat Hamas menyebutkan bahwa serangan ini merupakan respons terhadap ketegangan yang sudah lama ada, termasuk sengketa atas Kompleks Masjid Al-Aqsa, yang menjadi pusat konflik antara Israel dan Palestina. Kunjungan yang meningkat oleh nasionalis agama Israel ke situs tersebut, serta perluasan permukiman Yahudi, telah menambah ketegangan di kawasan.
Dampak Terhadap Israel
Serangan ini terjadi di tengah krisis politik di Israel, di mana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tengah menghadapi protes besar terkait rencananya untuk melemahkan Mahkamah Agung. Protes ini juga menciptakan ketegangan dalam militer Israel, di mana beberapa anggota cadangan mengancam tidak akan melapor untuk tugas. Respons Netanyahu terhadap serangan ini adalah mengerahkan mobilisasi besar-besaran pasukan cadangan.
Serangan mendadak ini menunjukkan bahwa meskipun sebelumnya ada periode tenang, masalah mendasar dalam konflik ini masih tetap ada dan dapat memicu siklus kekerasan yang lebih lanjut di masa depan.




