Salat Tarawih 'Kilat' di Indramayu: 23 Rakaat dalam 7 Menit
Sumber Foto: Brilio.net
Fakta Kilat

Salat Tarawih 'Kilat' di Indramayu: 23 Rakaat dalam 7 Menit

Di bulan Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia melaksanakan ibadah salat tarawih sebagai salah satu bentuk pengabdian. Namun, di Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terdapat tradisi unik yang telah berlangsung selama 10 tahun, yaitu salat tarawih yang berlangsung dengan sangat cepat.

Salat tarawih ini dilaksanakan khusus untuk pemuda desa setempat, dengan total 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir, dan hanya memerlukan waktu sekitar 7 menit untuk menyelesaikannya. Azun Mauzun, seorang tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan bahwa durasi salat bisa bervariasi, terkadang berlangsung enam menit, tetapi tidak pernah lebih dari 10 menit.

"Kami melaksanakan tarawih tercepat ini setiap tahun di bulan Ramadan," kata Azun. Gagasan di balik pelaksanaan salat tarawih yang cepat ini muncul sebagai solusi untuk menarik perhatian kaum muda yang sebelumnya enggan mengikuti salat tarawih di masjid karena merasa malu berbaur dengan orang tua.

Azun menjelaskan bahwa meskipun sudah berulang kali mengajak pemuda untuk ikut, banyak yang tetap memilih untuk berkumpul di warung. Oleh karena itu, mereka menawarkan konsep salat tarawih kilat di tempat khusus, yang ternyata berhasil menarik minat pemuda untuk berpartisipasi.

Sejak diterapkannya metode ini, antusiasme para pemuda untuk mengikuti salat tarawih meningkat. Mereka merasa lebih nyaman beribadah dalam kelompok yang sebagian besar terdiri dari rekan-rekan sebayanya. Aktivitas Ramadan di desa ini tidak hanya terbatas pada salat tarawih, tetapi juga mencakup kegiatan tadarus dan pengkajian kitab kuning.

Azun menekankan pentingnya proses dan kesabaran dalam mendidik generasi muda. Dia mencatat bahwa beragam kegiatan keagamaan yang diikuti oleh pemuda desa turut membantu mereka dalam mengendalikan emosi dan berperilaku lebih baik. "Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan arah positif bagi mereka, sehingga tidak ada alasan untuk menggelar salat tarawih tercepat ini tanpa tujuan yang jelas," ujarnya.