Pertamina Siapkan Strategi Amankan Pasokan BBM Jelang Lebaran 2026 di Tengah Ketegangan Geopolitik
Sumber Foto: news.fin.co.id
Internasional

Pertamina Siapkan Strategi Amankan Pasokan BBM Jelang Lebaran 2026 di Tengah Ketegangan Geopolitik

Fakta News Day - fin.co.id - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kini memicu kekhawatiran baru bagi stabilitas pasokan energi nasional. Menjelang periode sibuk Ramadan dan Lebaran 2026, PT Pertamina (Persero) melalui subholding komersial dan perdagangan, Pertamina Patra Niaga, bergerak cepat melakukan pemantauan ketat terhadap dinamika global yang berpotensi mengganggu rantai pasok bahan bakar minyak (BBM).

Di tengah ketidakpastian dunia, Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa mereka tidak tinggal diam. Perusahaan pelat merah ini telah menyusun berbagai langkah antisipatif guna menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat luas. Fokus utamanya tentu saja memastikan distribusi BBM dan LPG tetap lancar saat lonjakan konsumsi terjadi di musim mudik mendatang.

Strategi Pertamina Kurangi Ketergantungan Impor

Salah satu langkah krusial yang ditempuh Pertamina adalah pemetaan potensi risiko secara menyeluruh terhadap rantai pasok, baik untuk minyak mentah maupun BBM olahan. Perusahaan menyadari bahwa ketergantungan pada satu wilayah produsen energi sangat berisiko di tengah konflik yang sulit diprediksi.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa perusahaan kini gencar melakukan diversifikasi sumber impor. Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi manajemen risiko agar Indonesia memiliki fleksibilitas pengadaan jika terjadi gangguan distribusi atau lonjakan harga minyak dunia akibat memanasnya kawasan Timur Tengah.

"Pertamina saat ini memonitor perkembangan dan kondisi terkini serta memetakan dan melihat kemungkinan untuk mengantisipasi apabila hal tersebut terjadi," ujar Roberth menjelaskan langkah mitigasi perseroan.

Menjawab Potensi Penyesuaian Harga BBM

Publik tentu bertanya-tanya mengenai potensi penyesuaian harga BBM di tengah situasi global yang tidak menentu ini. Menjelang momentum Lebaran, di mana kebutuhan energi biasanya melonjak tajam, kekhawatiran akan kenaikan harga menjadi isu yang sensitif.

Menanggapi hal tersebut, pihak Pertamina menegaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan berbagai skenario dan manajemen risiko. Roberth menambahkan bahwa dinamika yang terjadi saat ini tidak hanya menjadi tantangan bagi Indonesia, tetapi juga berdampak bagi banyak negara di tingkat regional maupun internasional.

"Berbagai skenario dan manajemen risiko kami lakukan dalam rangka persiapan dan monitoring apabila risiko tersebut terjadi," tambah Roberth. Ia juga menegaskan bahwa kondisi geopolitik ini memengaruhi banyak negara secara luas, baik di level regional maupun internasional.

Komitmen Menjaga Ketahanan Energi

Meski dihadapkan pada ketidakpastian global, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk mematuhi regulasi pemerintah. Seluruh kebijakan, termasuk kebijakan terkait penyesuaian harga, akan tetap mengacu pada aturan yang berlaku dan formula yang telah ditetapkan.

Perusahaan terus menjalin koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan terkait. Hal ini dilakukan demi memastikan bahwa distribusi BBM dan LPG ke seluruh pelosok tanah air tetap aman, terkendali, dan tepat sasaran. Dengan pemetaan risiko yang dilakukan secara berkala—mempertimbangkan tren harga minyak dunia, kondisi jalur pelayaran internasional, hingga stabilitas produsen utama—Pertamina berupaya keras agar masyarakat tetap bisa menikmati momen Lebaran tanpa kendala krisis energi.