Pencarian Longsor Cisarua Temukan 16 Jenazah di Luar Daftar Korban Hilang
BANDUNG BARAT, KOMPAS.com - Operasi pencarian korban longsor memasuki hari ke-10 menemukan fakta baru. Sejumlah jenazah yang berhasil diidentifikasi tidak tercantum dalam daftar awal 80 orang korban hilang.
Tim SAR gabungan menegaskan daftar tersebut kini tidak lagi dijadikan data absolut, melainkan pembanding evaluasi operasi pencarian.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana mengatakan, dinamika temuan di lapangan dan hasil identifikasi Disaster Victim Identification (DVI) menunjukkan adanya korban di luar data awal laporan warga dan data kependudukan.
“Hasil identifikasi menunjukkan ada korban yang tidak masuk dalam daftar 80 nama pencarian. Karena itu daftar tersebut tidak lagi menjadi data absolut, tapi sebagai data pembanding dalam evaluasi operasi,” ujar Ade saat konferensi pers, Minggu (2/2/2026).
Hingga pukul 17.00 WIB, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian dan evakuasi dengan pendekatan terukur dan mengutamakan keselamatan personel.
Berdasarkan evaluasi dan analisis kondisi lapangan, operasi hari ke-10 dinilai berjalan optimal.
Pada operasi hari ini, tim menemukan tujuh bodypack di tiga titik worksite, yakni satu bodypack di A2, satu di A3, dan lima di B2.
“Temuan hari ini menunjukkan strategi pencarian masih efektif dan seluruh worksite memberikan hasil,” kata Ade.
Secara akumulatif, total temuan mencapai 83 bodypack, atau melampaui jumlah dalam daftar awal pencarian korban.
Namun, hasil pemeriksaan DVI menunjukkan ada bodypack berbeda yang merujuk pada satu identitas korban yang sama.
61 Korban Teridentifikasi
Data DVI per 2 Februari 2026 pukul 16.20 WIB mencatat pemeriksaan terhadap 63 bodypack.
Dari jumlah itu, 61 korban telah teridentifikasi, sementara 20 bodypack masih dalam proses identifikasi lanjutan.
Dari 61 korban teridentifikasi, sebanyak 45 orang sesuai dengan daftar 80 korban hilang.
Sementara itu, 16 lainnya tidak tercantum dalam daftar tersebut, terdiri dari 14 jenazah tambahan serta dua korban bernama Keyla dan Albiansyah yang diduga merupakan tamu di lokasi saat kejadian.
"14 jenazah yang tidak sesuai dengan data 80 yang dilaporkan hilang ditambah 2 warga luar yang sedang menginap di rumah saudaranya," ungkap Ade.
Ade menjelaskan, daftar 80 korban hilang sebelumnya disusun dari laporan warga dan data penduduk setempat.
Dalam praktik identifikasi, ditemukan korban di luar daftar tersebut, termasuk warga luar yang sedang menginap.
Dengan kondisi itu, masih ada 35 korban yang belum dapat dipastikan identitasnya.
Sebanyak 20 di antaranya masih dalam bentuk bodypack dan menunggu proses identifikasi lanjutan.
Ade menambahkan, Search Mission Coordinator (SMC) telah berkoordinasi dengan Incident Commander (IC) dan tim DVI, dan disepakati operasi pencarian tetap dilanjutkan hingga masa tanggap darurat berakhir.
“Kami mohon pengertian semua pihak atas dinamika data dan temuan di lapangan,” tandas Ade.




