Pemerintah Percepat Penanganan Darurat Bencana Hidrometeorologi di Sumatera
DEMAK BICARA - Pemerintah Indonesia menggelar rapat terbatas lintas kementerian untuk mempercepat penanganan kondisi darurat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Informasi ini dikonfirmasi Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, di Jakarta pada Kamis siang.
Menurutnya, rapat tingkat menteri dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 WIB di Ruang Pusdalops Graha BNPB, dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Pertemuan akan melibatkan jajaran kementerian teknis, pimpinan Basarnas, BNPB, BMKG, TNI/Polri, serta para gubernur, bupati, dan wali kota dari wilayah terdampak.
Rapat ini bertujuan mengevaluasi langkah darurat yang sudah berjalan sekaligus mempercepat dukungan logistik, evakuasi, dan pemulihan awal bagi warga yang terdampak cuaca ekstrem sepekan terakhir.
Sejumlah data terbaru disampaikan Basarnas terkait dampak bencana di beberapa wilayah:
Di Kabupaten Tapanuli Tengah, banjir bandang dan tanah longsor menerjang sedikitnya sembilan kecamatan meliputi Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Sibabangun, Tapian Nauli, dan Kolang. Hingga Rabu (26/11) malam, lebih dari 1.902 keluarga terdampak, dengan jumlah terbesar di Kecamatan Kolang mencapai 1.261 keluarga. Satu keluarga beranggotakan empat orang dilaporkan meninggal akibat tertimbun longsor.
Di Kabupaten Tapanuli Selatan, banjir bandang dan longsor terjadi di Aek Ngadol, Hutagodang, Garoga, Batuhoring, dan Hapesong Baru di Kecamatan Batang Toru. Basarnas mencatat enam warga meninggal akibat banjir bandang, sementara tujuh warga terdampak longsor di Parsariran, Hapesong Baru.
Di Kota Sibolga, dampak terparah berada di Kecamatan Sibolga Selatan. Delapan warga dilaporkan meninggal dan 21 orang masih hilang berdasarkan laporan posko SAR hingga Rabu malam.
Untuk mendukung warga terdampak, tiga titik pengungsian telah beroperasi, yaitu GOR Pandan di Tapanuli Tengah, gedung SMPN 5 Parombunan di Kota Sibolga, serta RS Bhayangkara Batang Toru beserta sejumlah titik pengungsian desa di Tapanuli Selatan.




