Manfaat Digital Detox untuk Meningkatkan Ibadah di Bulan Ramadan
Sumber Foto: Kompasiana.com
Lifestyle

Manfaat Digital Detox untuk Meningkatkan Ibadah di Bulan Ramadan

Fakta News Day - Foto masjid An Nur Riau (sumber: dokumen pribadi)

Menurut informasi dari laman Kompas.com, bahwa masyarakat dunia lebih dari enam jam sehari menghabiskan waktu di depan layar baik untuk bekerja dan beraktivitas digital. Khususnya Indonesia, screen time masyarakat dalam penggunaan akses digital berada pada level delapan jam lebih atau sepertiga hari.

Terlepas dari berbagai pekerjaan dan kepentingan, tingginya waktu yang digunakan untuk akses digital bisa berdampak negatif pada kesehatan fisik (mata lelah, nyeri leher/punggung, obesitas, gangguan tidur), mental (kecemasan, depresi, FOMO/takut ketinggalan), dan sosial (kurang interaksi langsung, ketergantungan/kecanduan).

Ramadan identik dengan pengendalian diri dari hawa nafsu dan memperbaiki kualitas ibadah, sejatinya digunakan lebih banyak untuk beribadah dibandingkan menghabiskan waktu untuk penggunaan media digital. Ramadan bulan Istimewa yang banyak keutamaan dan pernah dibahas baca di sini.

Untuk memaksimalkan ramadan sebagai bulan yang membentuk jiwa taqwa, perlu upaya untuk melakukan digital detox.

Digital detox adalah upaya sadar untuk mengurangi atau menghentikan sementara penggunaan perangkat digital seperti ponsel, media sosial, dan internet yang bertujuan untuk mengembalikan kendali atas waktu, perhatian, dan energi untuk kebaikan diri.

Dengan kata lain digital detox dilakukan dengan mengambil jarak dan bersikap proporsional dalam penggunaan media digital untuk menjaga hubungan sosial lebih sehat. Kebiasaan kita selalu bergantung dengan rutinitas dalam genggaman, tentu digital detox bukan hal yang mudah. Namun, selama bulan mulia ini harus diupayakan.

Mengapa Digital Detox Penting Selama Ramadan?

Sebagaimana diketahui keistimewaan bulan ramadan dengan manfaatkan setiap kesempatan ibadah sebaik-baiknya, bulan ini mengajarkan pengendalian diri dalam mengendalikan hal-hal mubah agar tidak menjadi sia-sia karena terjerat dunia digital.

Jika digital detox gagal dilakukan, artinya kita sama sama dengan bulan-bulan lainnya yang disibukkan dengan penggunaan media. Sayang sekali melewatkan kesempatan yang hanya datang setahun sekali.

Fenomena yang terjadi hari ini ketika kemudahan teknologi yang hadir membuat media kita turut Islami. Seperti ceramah seorang ustadz, jangan sampai nanti yang masuk surga adalah ponsel kita. Setiap hari ponsel kita tilawah tetapi hati dan pikiran kita tidak hadir. Yang berzikir ponsel tetapi ingatan kita entah di mana dan melewatkan mengingat Allah bahkan hanya ponsel yang tahu azan berkumandang.

Mohon tunggu...

Lihat Techlife Selengkapnya