Keunikan Salat Tarawih Kilat 23 Rakaat dalam 7 Menit di Indramayu
Jawa Barat – Salat tarawih yang dilaksanakan di Pondok Pesantren (ponpes) Al Quraniyah, Indramayu, baru-baru ini menarik perhatian publik. Pelaksanaan salat yang berlangsung hanya dalam waktu 7 menit untuk 23 rakaat ini mencuri perhatian dan menjadi viral.
Tradisi yang Sudah Ada Selama 15 Tahun
Menurut pengasuh ponpes, Ustaz Azun, pelaksanaan salat tarawih kilat ini sudah menjadi tradisi selama 15 tahun. Inisiatif ini muncul atas permintaan masyarakat dan para santri yang menginginkan pelaksanaan salat yang lebih cepat.
Waktu Pelaksanaan yang Singkat
Dalam tradisi di Ponpes Al Quraniyah, salat tarawih dilakukan sebanyak 23 rakaat yang dapat diselesaikan dalam waktu hanya 7 menit. Hal ini berarti setiap rakaat dilaksanakan dalam waktu sekitar 18 detik.
Bacaan yang Jelas dan Teratur
Meskipun cepat, bacaan yang disampaikan oleh Imam selama salat tarawih tetap jelas, baik dari segi pelafalan huruf maupun tajwid. Ustaz Azun menegaskan bahwa Imam tetap membaca surat Al-Fatiha secara lengkap disertai dengan satu atau dua ayat dari surat pendek setelahnya.
Respon Positif dari Masyarakat
Kecepatan dalam pelaksanaan salat tarawih ini merupakan keinginan masyarakat sekitar dan para santri. Ustaz Azun menambahkan bahwa selama ini tidak ada keluhan yang disampaikan terkait pelaksanaan salat yang kilat ini. Bahkan, saat pandemi, waktu pelaksanaan kadang hanya mencapai 6 menit 30 detik.
Metode Pelaksanaan
Salat tarawih di ponpes ini dilakukan dengan dua rakaat sekali salam. Dengan metode ini, pelaksanaan salat dapat berlangsung dengan lebih efisien dan cepat.




