Kematian NS: Ayah Kandung Diduga Terlibat dalam Penganiayaan
Fakta News Day - Kematian NS (12), bocah yang diduga dianiaya ibu tiri di Sukabumi, Jawa Barat menemukan fakta baru.
Oleh Tim News
Diterbitkan 03 Maret 2026, 12:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Perbesar
Berita ini membuatmu penasaran?
Cari
Siapa saja yang diduga terlibat dalam penganiayaan NS?Sejak kapan NS diduga mengalami kekerasan?Bentuk kekerasan apa yang dialami NS?
Baca artikel ini 6x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Diyah Puspitarini, mengungkap dugaan mengejutkan terkait kasus kematian NS (12) di Sukabumi, Jawa Barat. Dia menyebut, ayah kandung korban berinisial AS diduga turut melakukan penganiayaan terhadap anaknya.
Pernyataan itu disampaikan Diyah dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/3/2026).
BACA JUGA: Ramai-ramai Ketua RT dan RW Tagih Janji Dana Abadi ke Wali Kota Sukabumi
BACA JUGA: Sempat Kritis, Korban Pembacokan Sengketa Lahan di Sukabumi Meninggal
BACA JUGA: Cekcok Sengketa Sawah, Lansia Gelap Mata Bacok Pria di Sukabumi hingga Kritis
Diyah menjelaskan, saat mendatangi lokasi pemakaman korban yang berada di dekat rumah paman atau bibinya, pihaknya sempat bertemu dengan keluarga besar dan warga sekitar. Dari pertemuan tersebut, KPAI memperoleh sejumlah informasi penting.
Advertisement
“Ananda NS ini sangat dekat dengan keluarga Uwak, bahkan dimakamkan di dekat rumah mereka,” ujar Diyah.
Setelah berbincang dengan keluarga dan tetangga, muncul fakta bahwa kekerasan terhadap NS tidak hanya dilakukan oleh ibu tirinya, tetapi juga oleh sang ayah. Dugaan itu disebut terjadi secara berulang, terutama dalam empat tahun terakhir.
Pernyataan tersebut kemudian ditanggapi Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, yang menanyakan sumber informasi itu.
“Itu dari tetangga?” tanyanya.
Diyah menjawab, informasi berasal dari tetangga dan keluarga besar. Dia menambahkan, kekerasan diduga mulai dialami NS sejak usia sembilan tahun.
“Ketika kami tanyakan mengapa tidak ada yang menghentikan, keluarga besar mengaku sudah mengingatkan. Namun jawaban ayah selalu sama, ‘Itu anak saya, itu urusan saya,’” ungkap Diyah.
Bentuk Kekerasan
Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu kembali menggali keterangan terkait bentuk kekerasan yang dialami NS. Dia memastikan agar tidak ada fakta yang terlewat dalam pengungkapan kasus ini.
“Biar tidak kelewat, bentuk kekerasannya sempat disampaikan?” tanya Habiburokhman.
Diyah pun menjawab singkat, “Ada, pemukulan.”
Habiburokhman kembali menegaskan, “Dipukul, ya?”
“Dipukul, ditampar. Setelah itu, ibu tiri juga beberapa kali melakukan kekerasan. Keluarga besar sudah mengingatkan, tetapi alasannya selalu sama, ‘Itu anak saya, itu urusan saya,’” jawab Diyah.
Kondisi Mengenaskan Bocah NS
Kematian NS menyisakan duka sekaligus tanda tanya besar. Hampir seluruh tubuh bocah itu dipenuhi luka melepuh, mulai dari dada hingga kaki. Kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat adanya kekerasan yang dialaminya sebelum meninggal dunia di RSUD Jampang Kulon.
Dalam kondisi kritis di Instalasi Gawat Darurat (IGD), NS masih sempat menyampaikan pengakuan yang memilukan kepada ayah dan kakek angkatnya, Haji Isep. Dengan suara lirih, dia mengungkapkan bahwa dirinya disiksa oleh ibu tirinya dengan cara dipaksa meminum air panas.
Kesaksian tersebut diperkuat oleh Haji Isep, yang menyebut korban secara jelas menunjuk ibu tirinya sebagai pelaku. “Dia bilang itu sama mama (ibu tiri). Ada bukti videonya, itu ucapan almarhum sendiri,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala RS Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri, Kombes Pol dr. Carles Siagian, membeberkan hasil autopsi yang semakin memperjelas dugaan kekerasan.
Tim forensik menemukan luka bakar di sejumlah bagian vital tubuh korban, seperti lengan, kaki, dan punggung. Luka serupa juga ditemukan di area bibir dan hidung.
“Paru-parunya juga ditemukan sedikit membengkak. Kami telah mengirim sampel organ ke Jakarta untuk memastikan ada atau tidaknya zat berbahaya dalam tubuh korban,” jelas dr. Carles.
Temuan luka di bagian bibir dan hidung ini semakin menguatkan dugaan bahwa NS mengalami paksaan saat mengonsumsi cairan panas, selaras dengan pengakuannya sebelum mengembuskan napas terakhir.
Sumber: Nur Habibie/Liputan6.com
Sukabumi
Bocah
KPAI
Sorot
Trending Terkini
Advertisement
Tim News, SupriatinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan




