Industri Hijau Perkuat Ekonomi Kaltara di Tengah Geopolitik Global
Tambang batubara. Foto: Humas BI
TARAKAN, Fokusborneo.com – Ketegangan geopolitik global menjadi tantangan baru bagi stabilitas ekonomi daerah.
Meski demikian, Bank Indonesia (BI) Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan fundamental ekonomi Bumi Benuanta masih cukup tangguh untuk menghadapi dinamika eksternal tersebut.
Baca Juga
Sambut HUT ke-29, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Berbagi Kebahagiaan dengan Masyarakat
Jalin Harmoni Ramadan, PLN UIP KLT Perkuat Sinergi Pembangunan melalui Kepedulian Sosial
Ibadah Lebih Tenang, Koneksi Lebih Baik: Indosat dan BERSATHU Dukung Jamaah Haji dan Umrah di Tanah Suci
CIMB Niaga Catat Kinerja Solid Sepanjang 2025, Perkuat Posisi di Industri Perbankan Nasional
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara, Hasiando Ginsar Manik, menyatakan pihaknya saat ini tengah mengukur dampak rambatan dari konstelasi geopolitik global terhadap ekonomi lokal.
Mengingat data pertumbuhan ekonomi dirilis secara berkala BPS setiap tiga bulan, BI memerlukan waktu untuk melakukan analisis mendalam.
Hasiando tidak menampik adanya risiko, terutama pada komoditas andalan Kaltara. Sebelum isu geopolitik ini mencuat, sektor batubara sudah mengalami tekanan akibat penurunan permintaan (demand) global.
”Batubara adalah salah satu komponen besar ekspor kita. Jika permintaannya terus menurun, tentu akan menekan pertumbuhan ekonomi. Kami sedang mengkaji lebih dalam dampak sektor eksternal ini terhadap komoditas ekspor lainnya,” ujar Hasiando.
Meski begitu, BI belum mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi Kaltara secara keseluruhan karena menganggap kekuatan domestik masih mampu menahan guncangan.
Optimisme BI didorong progres signifikan di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI), khususnya proyek pengolahan bauksit menjadi aluminium PT Kalimantan Aluminium Indonesia (KAI). Sektor ini diprediksi menjadi game changer yang mampu mengompensasi risiko sektor eksternal.
”Tahun ini (2026), prosesnya sudah masuk tahap commissioning atau uji coba produksi, setelah sebelumnya berada di tahap konstruksi. Hilirisasi ini memberikan nilai tambah yang sangat besar. Jika produksi aluminium ini berjalan stabil, dampaknya bisa menopang pertumbuhan kita meskipun ada tekanan di sektor lain,” jelasnya.
Selain fokus pada angka pertumbuhan, Hasiando menekankan pentingnya kualitas pertumbuhan tersebut melalui penyerapan tenaga kerja. Ia mengingatkan agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya industrialisasi.
Hasiando mendorong penguatan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan skill masyarakat Kaltara agar sesuai dengan kualifikasi industri.
”Jangan sampai kita terlambat. Saat industri sudah berjalan penuh, kualifikasi yang dibutuhkan akan semakin tinggi. Kita harus mendorong agar di semua tahapan, masyarakat Kaltara bisa berpartisipasi aktif,” tegasnya.
Di sisi lain, penguatan sektor UMKM dan permintaan domestik antar daerah terus dipacu. BI berkomitmen menjalankan program ekstra untuk mendorong ekspor produk lokal dan memastikan perputaran ekonomi di tingkat masyarakat tetap terjaga.
Dengan kombinasi antara hilirisasi industri yang kuat dan kesiapan tenaga kerja lokal, ekonomi Kaltara diharapkan tetap mampu tumbuh positif melampaui capaian tahun 2025, sekaligus menjadi benteng pertahanan dari ketidakpastian global.(*/mt)
Tags: Bank Indonesia Batubara BI Kaltara Ekspor Geopolitik Hasiando Ginsar Manik Headline Kawasan Industri Hijau Indonesia KIHI Mangkupadi Stabilitas Ekonomi UMKM
Berita Lainnya
Ekonomi
Sambut HUT ke-29, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Berbagi Kebahagiaan dengan Masyarakat
28 Februari 2026 20:45
Daerah
Jalin Harmoni Ramadan, PLN UIP KLT Perkuat Sinergi Pembangunan melalui Kepedulian Sosial
27 Februari 2026 07:20
Ekonomi
Ibadah Lebih Tenang, Koneksi Lebih Baik: Indosat dan BERSATHU Dukung Jamaah Haji dan Umrah di Tanah Suci
27 Februari 2026 05:44
Ekonomi
CIMB Niaga Catat Kinerja Solid Sepanjang 2025, Perkuat Posisi di Industri Perbankan Nasional
26 Februari 2026 21:27
Ekonomi
Animo Tinggi, 550 Kuota Mudik Bareng PLN Rute Balikpapan–Surabaya Ludes dalam Sehari
26 Februari 2026 21:13
Ekonomi
Kampung Nelayan Tarakan Kini Lebih Terkoneksi, Indosat Hadirkan Desa Digital Dorong Ekonomi dan Pendidikan Pesisir
26 Februari 2026 15:13
Discussion about this post




