Harga Emas Global Melonjak Menuju USD5.100 Dipicu Notulen FOMC dan Tensi Geopolitik
Harga emas global menunjukkan penguatan signifikan pada akhir pekan, Sabtu (21/2/2026), setelah sempat mengalami tekanan jual di awal pekan. Logam mulia ini berhasil merangkak naik hingga mendekati level USD5.100 per ons, didorong oleh rilis notulen Federal Open Market Committee (FOMC) dan meningkatnya sentimen geopolitik.
Dalam sepekan terakhir, pergerakan emas global diwarnai volatilitas intrapekan yang cukup lebar, dengan rentang harga lebih dari USD150 per ons. Meskipun demikian, catatan Mureks menunjukkan, volatilitas ini masih tergolong moderat dalam perspektif historis 18 bulan terakhir, mengingat harga emas sudah berada di level yang sangat tinggi. Pola yang terbentuk mengindikasikan fase konsolidasi sehat di area harga tinggi, bukan distribusi agresif.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Fluktuasi Awal Pekan dan Rebound
Pada awal pekan, pasar emas global mengalami tekanan jual akibat likuiditas yang tipis, menyusul libur President’s Day di Amerika Serikat. Rendahnya partisipasi pelaku pasar dari desk perdagangan AS menyebabkan volume transaksi turun signifikan. Kondisi ini memperbesar dampak tekanan jual yang merupakan kelanjutan tren likuidasi dari pekan sebelumnya, mendorong harga emas spot turun bertahap hingga menyentuh titik terendah mingguan di sekitar USD4.860 per ons.
Namun, tekanan tersebut tidak berlangsung lama. Kembalinya partisipasi desk AS pada Selasa, 17 Februari 2026, memicu arus beli baru. Harga emas kembali menguat tajam dan berhasil menembus kembali level psikologis USD5.000 per ons. Penguatan ini juga didukung oleh ekspektasi pasar terhadap rilis data makroekonomi dan kemungkinan perubahan arah kebijakan moneter Federal Reserve. Selain itu, faktor lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan ketidakpastian perdagangan global turut mendukung permintaan emas. Setelah reli tersebut, harga hanya terkoreksi tipis dalam dua sesi berikutnya dan tetap bertahan di sekitar area USD5.000.
Dampak Notulen FOMC dan Geopolitik
Rilis notulen rapat FOMC pada Rabu, 18 Februari 2026, menjadi sorotan pasar. Notulen tersebut menunjukkan adanya perbedaan pandangan di dalam komite kebijakan moneter. Sebagian anggota cenderung membuka ruang pemangkasan suku bunga lebih cepat jika sinyal perlambatan inflasi berlanjut, sementara sebagian lainnya mempertahankan proyeksi penurunan suku bunga di akhir tahun setelah serangkaian data inflasi yang lebih ringan. Ketidakpastian arah kebijakan ini, menurut pantauan Mureks, tidak memicu lonjakan tajam pada emas, namun harga tetap terjaga di kisaran USD5.000, memposisikan emas sebagai aset relevan dalam kondisi kebijakan yang belum sepenuhnya pasti.
Sehari kemudian, perhatian pasar beralih ke dinamika geopolitik setelah muncul laporan mengenai peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Sentimen risk-off menguat di pasar komoditas, mendorong harga minyak naik signifikan, dan emas ikut terdorong lebih tinggi sebagai aset safe haven. Dalam sesi perdagangan tersebut, emas kembali menembus USD5.000 dan melanjutkan penguatan hingga mendekati USD5.100 per ons menjelang akhir pekan. Kenaikan ini mencerminkan respons pasar terhadap potensi eskalasi ketegangan regional.
Data Ekonomi AS dan Prospek Kebijakan
Dari sisi makroekonomi, data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat kuartal IV yang menunjukkan perlambatan, serta putusan Mahkamah Agung yang membatalkan strategi tarif Trump, menambah dimensi baru terhadap prospek kebijakan moneter dan fiskal. Kedua faktor tersebut meningkatkan perhatian pasar terhadap pernyataan publik pejabat Federal Reserve pada pekan berikutnya, terutama dalam membaca implikasi terhadap arah suku bunga.
Secara keseluruhan, struktur perdagangan emas global dalam periode ini memperlihatkan tiga fase utama: tekanan jual awal akibat likuiditas tipis dan kelanjutan likuidasi, reli teknikal dan fundamental pasca kembalinya partisipasi penuh pasar, serta penguatan lanjutan yang didorong sentimen geopolitik. Harga tetap bertahan di atas area psikologis USD5.000 dan mendekati USD5.100 menjelang penutupan mingguan, menandakan bahwa permintaan lindung nilai masih aktif dalam konteks kebijakan moneter yang belum pasti dan meningkatnya risiko global.




