DEN: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Geopolitik
Warta Ekonomi, Jakarta -
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Maria Elka Pangestu memperkirakan tensi geopolitik global masih akan meningkat sepanjang tahun ini. Kondisi tersebut tercermin dari berbagai peristiwa pada awal 2026, seperti ketegangan di Venezuela serta isu geopolitik terkait Greenland.
“Jadi ini sebetulnya mengkhawatirkan, dan intinya ketidakpastian bukannya akan menurun, tetapi kemungkinan besar akan meningkat. Jadi inilah yang dihadapi oleh Indonesia,” kata Maria Elka dalam webinar Economic Outlook 2026, Kamis (19/2/2026).
Meski demikian, Maria Elka menilai pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Hal itu tercermin dari laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bertahan di kisaran 5%, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kinerja pertumbuhan tertinggi di kelompok G20 maupun kawasan ASEAN.
“Mungkin Vietnam saja yang lebih tinggi dari kita di 6–7%,” imbuhnya.
Untuk tahun ini, pertumbuhan ekonomi domestik diproyeksikan dalam APBN sebesar 5,4%. Sementara itu, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada dalam rentang 4,9–5,7%, dengan titik tengah sekitar 5,3%.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan fundamental ekonomi Indonesia tetap solid di tengah perlambatan global. Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11% pada 2025, dengan pertumbuhan kuartal IV mencapai 5,39%, tertinggi kedua di G20 setelah India, saat pertumbuhan ekonomi global masih stagnan di kisaran 3%.




