DEN: Indonesia Waspadai Peningkatan Ketidakpastian Global Jelang 2026
Sumber Foto: republika.co.id
Internasional

DEN: Indonesia Waspadai Peningkatan Ketidakpastian Global Jelang 2026

DEN menilai tekanan global dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Ahmad Fikri Noor

Foto: Dok Republika

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu mengatakan Indonesia harus mewaspadai peningkatan ketidakpastian global. Mari meyakini ketidakpastian global yang sempat mereda di akhir tahun lalu akan kembali terjadi pada tahun ini.

"Ini tidak akan mereda. Justru konflik geopolitik di 2026 akan meningkat, baik konflik internal maupun konflik multinegara atau internasional," ujar Mari dalam webinar bertajuk "Outlook Ekonomi di 2026" di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Baca Juga

Prabowo: Pertemuan BoP Perdana Bahas Perdamaian Gaza

Bagaimana Cara Membangunkan Sahur pada Zaman Rasulullah?

Badan Pangan Punya Jurus Baru Kendalikan Harga Cabai, Ini Fokusnya

Mari menyampaikan AS memanaskan situasi global dengan menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada awal tahun ini. Pun dengan rencana mencaplok Greenland yang merupakan tindakan pelanggaran hukum internasional.

"Jadi ini sebetulnya mengkhawatirkan dan intinya ketidakpastian bukannya akan menurun, tetapi kemungkinan besar akan meningkat. Jadi inilah yang dihadapi oleh Indonesia," ucap Mari.

Mari memaparkan situasi ketidakpastian global mulai terjadi pasca terpilihnya Trump (Trump 1.0) pada 2016, disusul pandemi Covid-19, kemudian perang Rusia-Ukraina, dan kini kembali pada fase Trump 1.0 dengan berbagai kebijakan perang dagang dan tarif. Ia menilai situasi ini diperparah oleh meningkatnya ketegangan geopolitik dan konflik internasional.

Mari mengatakan ekonomi China turut terdampak, baik akibat ketegangan global maupun persoalan internalnya sendiri. Dia mengatakan perlambatan ekonomi Negeri Tirai Bambu berdampak besar bagi Indonesia karena merupakan mitra dagang terbesar.

"Peningkatan investor dari China juga penting buat Indonesia," lanjut Mari.

Selain itu, ucap dia, dunia menghadapi tantangan lain seperti ketahanan pangan, disrupsi AI dan digitalisasi, perubahan iklim, serta fragmentasi akibat geopolitik dan geoekonomi. Di tengah ketidakpastian global, Indonesia tetap mencatat pertumbuhan stabil sekitar lima persen, termasuk yang tertinggi di G20 dan ASEAN, dengan Vietnam sebagai pengecualian yang tumbuh 6–7 persen.

Mari mengatakan proyeksi APBN 2026 menargetkan pertumbuhan 5,4 persen, sementara proyeksi Bank Indonesia berada di kisaran 4,9–5,7 persen (titik tengah sekitar 5,3 persen). Mari mengatakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan optimistis pertumbuhan bisa mencapai enam persen.

Sementara itu, lanjut dia, IMF memproyeksikan perlambatan ekonomi global pada 2026. Pada 2025, perdagangan dunia sempat terdorong oleh aksi front loading, yakni percepatan ekspor ke Amerika Serikat sebelum tarif resiprokal diberlakukan.

"Tetapi di tahun ini diperkirakan akan turun, perdagangan akan turun, pertumbuhan akan turun. Ini berimbas ke Indonesia, dalam arti permintaan untuk barang-barang kita terutama energi batu bara dan kelapa sawit misalnya itu akan turun juga," kata Mari.

Ikuti Whatsapp Channel Republika

Advertisement

dewan ekonomi nasional

den

ketidakpastian global

konflik geopolitik

mari elka pangestu

purbaya yudhi sadewa

menteri keuangan

Berita Terkait

News - 20 March 2026, 07:08

Iran Pertimbangkan Tampil di Piala Dunia 2026, tapi tak Mau Bermain di AS

Ekonomi - 19 March 2026, 19:09

Menkeu: MBG Libur Selama Idul Fitri, Hemat Anggaran

Ekonomi - 19 March 2026, 15:33

Dampak Konflik Timur Tengah: Pentingnya Diversifikasi Investasi untuk Stabilitas Keuangan

Ekonomi - 18 March 2026, 06:33

Diminta Hemat Konsumsi BBM Akibat Krisis Minyak, Bahlil Siapkan Kebijakan Baru

Ekonomi - 17 March 2026, 09:40

Siapkan Realokasi Anggaran, Purbaya Ungkap Program MBG Masih Punya Ruang Efisiensi

Ekonomi - 16 March 2026, 20:22

Menkeu Purbaya Tes 10 Perusahaan: Semuanya Under Invoicing

Ekonomi - 15 March 2026, 08:39

Wacana Pelebaran Defisit APBN, Indef Ingatkan Risiko Utang Baru

Ekonomi - 13 March 2026, 22:52

Purbaya Sebut Ada Ekonom Aneh, Bantah Indonesia Sedang Menuju Resesi

Berita Lainnya

Ekonomi - Senin , 23 Mar 2026, 20:59 WIB

BPH Migas Jamin Stok BBM Aman untuk Arus Balik, Imbau Warga Hindari Panic Buying

Ekonomi - Senin , 23 Mar 2026, 19:52 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah Ikuti Lesunya Harga Emas Dunia

Ekonomi - Senin , 23 Mar 2026, 18:52 WIB

Trump Batalkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Langsung Anjlok

Ekonomi - Senin , 23 Mar 2026, 18:39 WIB

Gubernur Papua Tebar Kado Lebaran: Diskon Pajak Kendaraan hingga 30 Persen

Ekonomi - Senin , 23 Mar 2026, 18:28 WIB

One Way Arus Balik Resmi Berlaku di Tol Cipali, 38 Ribu Kendaraan Mengalir ke Jakarta