Cara Aman Mengurangi Gumoh pada Bayi dengan Thickening Milk
KOMPAS.com - Gumoh merupakan kondisi yang sering dialami bayi, terutama pada bulan bulan awal kehidupan. Biasanya, gumoh tidak berbahaya dan akan berkurang seiring bertambahnya usia.
Namun, ketika gumoh terjadi terlalu sering atau dalam jumlah banyak, kondisi ini perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan aliran balik isi lambung yang berlebihan.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut berisiko menimbulkan gangguan pada saluran cerna bayi. Untuk membantu mengurangi gumoh berlebih, salah satu metode yang dapat dipertimbangkan adalah thickening milk atau penebalan susu.
“Artinya memang ada modifikasi, itu berarti kita menambahkan sesuatu ke dalam susu formula standar. Tujuannya untuk membuat susu lebih tebal,” ujar Prof. Dr. Badriul Hegar, Sp.A(K) saat Media Gathering & Health Talk di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026).
Thickening Milk untuk Mengurangi Gumoh
Dalam penjelasannya, dr. Hegar mengatakan, thickening milk dilakukan dengan membuat susu menjadi lebih kental sehingga aliran balik isi lambung ke kerongkongan dapat berkurang.
Bahan yang dapat digunakan untuk penebalan susu dan telah melalui penelitian adalah tepung beras.
Adapun dr. Hegar menegaskan bahwa tepung beras yang digunakan harus sudah matang agar aman dikonsumsi bayi.
“Yang bisa kita anjurkan, yang sudah penelitian, itu adalah tepung beras, sebanyak 5 gram. Jadi, 100 mililiter susu normal ditambah 5 gram tepung beras,” jelasnya.
Tidak untuk Semua Bayi
Meski dapat membantu mengurangi gumoh, thickening milk tidak bisa diberikan pada semua bayi. Dr. Hegar menekankan bahwa metode ini hanya boleh diterapkan pada kondisi tertentu.
“Hanya kita berikan pada anak di atas satu bulan. Dan juga pada bayi yang sudah tidak ASI eksklusif tentunya,” ujarnya.
Pada bayi yang masih mendapat ASI eksklusif, intervensi ini tidak dianjurkan. Mengatur posisi bayi setelah menyusu menjadi langkah utama yang disarankan untuk membantu mengurangi gumoh dan refluks.
Sementara itu, pada bayi yang sudah menggunakan susu formula, thickening milk dapat dilakukan bersamaan dengan pengaturan posisi setelah menyusu.
“Kalau dengan susu formula, bisa dengan ini dan positioning, itu dibolehkan,” tambahnya.
Bedanya Thickening Milk dan Pengentalan Susu
Dr. Hegar juga meluruskan perbedaan istilah thickening milk dengan pengentalan susu yang kerap disalahartikan.
Ia menjelaskan bahwa pengentalan susu dilakukan dengan menambah jumlah takaran susu formula dalam volume yang sama, sehingga seluruh kandungan gizi ikut meningkat.




