Rupiah Menguat ke Rp 16.751 per Dolar AS di Pertengahan Perdagangan
RADAR SURABAYA BISNIS - Nilai tukar rupiah pada Kamis (26/2/2026) kembali menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Setelah sempat melemah ke Rp 16.820 pada Rabu (25/2/2026), rupiah hari ini bergerak ke level Rp 16.751 per dolar AS.
Mengutip data Bloomberg, hingga pukul 13.11 WIB, rupiah tercatat menguat 0,29 persen ke posisi Rp 16.751 per dolar AS. Pergerakan ini menandai pemulihan mata uang rupiah setelah sebelumnya berada di zona merah dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.
Secara umum, nilai tukar rupiah di pasar keuangan bergerak sejalan dengan dinamika sentimen global dan domestik.
Putusan tersebut memicu respons dari sejumlah negara dan turut menjadi perhatian pemerintah Indonesia.
Trading Economics melaporkan bahwa pasar menyoroti langkah Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan jajarannya untuk mengkaji implikasi dan dampak dari putusan Mahkamah Agung AS tersebut.
Evaluasi ini dinilai penting untuk mengantisipasi potensi pengaruh terhadap perdagangan dan stabilitas ekonomi nasional.
Melansir dari Bisnis Indonesia, selain faktor kebijakan perdagangan, sentimen moneter juga menjadi perhatian.
Bank Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga inflasi tetap berada dalam kisaran target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pada saat yang sama, bank sentral memprioritaskan stabilitas nilai tukar rupiah melalui langkah-langkah pengelolaan likuiditas yang pro-pasar. Kombinasi sentimen global dan kebijakan domestik tersebut turut membentuk arah pergerakan rupiah sepanjang perdagangan hari ini.




