Revitalisasi Pendidikan Karakter di Era Digital Selama Ramadhan
Oleh: Bayu, M.Pd
Ramadhan tahun ini datang di tengah realitas pendidikan yang semakin kompleks. Sekolah dan kampus tidak lagi hanya berhadapan dengan persoalan kurikulum dan capaian akademik, tetapi juga tantangan moral di ruang digital. Anak-anak dan remaja hidup dalam dunia yang serba cepat, serba instan, dan serba terbuka. Informasi mengalir tanpa saring, opini berseliweran tanpa kendali, dan interaksi sosial banyak berpindah dari ruang nyata ke layar gawai.
Kita menyaksikan bagaimana media sosial kerap menjadi arena perundungan, penyebaran hoaks, bahkan polarisasi yang tajam. Di ruang kelas, tidak sedikit guru mengeluhkan menurunnya fokus belajar siswa karena distraksi digital. Budaya “scroll tanpa henti” seringkali lebih menarik daripada membaca buku atau berdiskusi mendalam. Dalam situasi seperti ini, pendidikan karakter menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar pelengkap kurikulum.




