Premier League Dominasi Belanja Transfer, Chelsea Pimpin dengan Skuad Termahal
Bola.com, Jakarta - Kekuatan finansial klub-klub Liga Inggris memang sulit disaingi oleh tim-tim liga lainnya di dunia. Premier League benar-benar superior.
Manchester United (MU), Chelsea, dan Arsenal menjadi klub dengan pengeluaran bersih (net spend) terbesar dalam lima tahun terakhir.
Itu terjadi meski total belanja kotor transfer MU hanya yang ketiga tertinggi, sedikit di bawah 1,1 miliar poundsterling.
Sementara itu, Chelsea menjadi klub dengan total belanja terbesar di dunia, dipicu oleh gelombang pembelian pemain setelah pengambilalihan oleh Todd Boehly pada 2022. Namun, klub asal Stamford Bridge tersebut dinilai lebih piawai dalam mengelola pasar.
Belanja lima tahun Chelsea untuk pemain baru, menurut edisi terbaru laporan European Club Finance and Investment Landscape milik UEFA, mencapai 1,94 miliar poundsterling (Rp43,9 triliun).
Jumlah itu membuat Chelsea kembali memiliki skuad termahal dalam sejarah sepak bola dunia. Para pemain yang mengakhiri 2025 di bawah pelatih yang kini telah dipecat, Enzo Maresca, menelan biaya total 1,52 miliar poundsterling (Rp34,4 triliun), naik 90 juta poundsterling (Rp2,07 triliun) dibanding 12 bulan sebelumnya.
Namun, penjualan pemain, baik rekrutan baru maupun lulusan akademi Cobham, membuat The Blues mampu meraup kembali 712 juta poundsterling (Rp16,12 triliun), sehingga net spend mereka menjadi 657 juta poundsterling (Rp14,87 triliun) dan menempati posisi kedua dalam daftar UEFA. Arsenal berada di posisi ketiga dengan 589 juta poundsterling (Rp13,3 triliun).
Dominasi Premier League
Manchester City menjadi klub dengan belanja kotor terbesar kedua, mengeluarkan 1,23 miliar poundsterling (Rp27,8 triliun) sejak bursa transfer Januari 2021 hingga penutupan jendela musim panas pada September musim ini.
Data UEFA juga menunjukkan mengapa Chelsea masih mempertimbangkan untuk memperluas Stamford Bridge atau pindah ke stadion baru.
Pendapatan tiket (gate income) Chelsea musim lalu mencapai 91,5 juta poundsterling (Rp2,07 triliun), terbesar kesembilan di Eropa, tetapi tertinggal 28,8 juta poundsterling (Rp6,52 triliun) dari Liverpool yang berada di posisi kedelapan, dan jauh di bawah Tottenham Hotspur (130,8 juta poundsterling atau setara Rp2,96 triliun), Manchester United (135,1 juta poundsterling atau setara Rp3,05 triliun)), serta Arsenal yang meraih 159,5 juta poundsterling (Rp3,6 triliun).
Angka Arsenal tersebut hanya kalah dari Real Madrid dan berarti setiap laga di Emirates bernilai 5,3 juta poundsterling (Rp120 miliar).
City tetap menjadi pembelanja besar meski ada penyangkalan dari fans Etihad. Skuad asuhan Pep Guardiola, sebelum kedatangan Antoine Semenyo dan Marc Guehi bulan lalu, menelan biaya 1,38 miliar poundsterling (Rp31,2 triliun) untuk perombakan, menjadikannya skuad termahal kedua yang pernah tercatat.
Total Biaya Transfer yang Sangat Kontras
Angka UEFA ini kembali menegaskan kekuatan finansial Premier League dibanding liga-liga Eropa lainnya.
Meski Real Madrid masih menjadi klub terkaya di dunia, klub-klub Premier League pada dasarnya mampu membelanjakan dana lebih besar dibandingkan seluruh liga lain.
“Total biaya transfer agregat dari 20 klub Inggris pada akhir 2024 (10,1 miliar poundsterling atau setara Rp228,8 triliun) lebih besar dibandingkan gabungan 58 klub Jerman, Italia, dan Spanyol (9 miliar poundsterling atau setara Rp203,9 triliun).”




