PORTAL: Bioskop Imersif 360° Pertama di Indonesia Resmi Dibuka di Jakarta
Sumber Foto: SWA.co.id
Hiburan

PORTAL: Bioskop Imersif 360° Pertama di Indonesia Resmi Dibuka di Jakarta

PORTAL hadir sebagai babak baru hiburan digital di Indonesia. Wahana sinematik imersif pertama di Tanah Air ini resmi dibuka di K Mall, Menara Jakarta, Kemayoran. Menggabungkan seni, narasi, dan teknologi, PORTAL menawarkan pengalaman multi-sensori yang dirancang untuk memanjakan indera pengunjung — membawa mereka menembus batas realitas dan merasakan pengalaman visual yang sepenuhnya baru.

Kehadiran PORTAL merupakan hasil kerja sama DF Experiences dan NETASIA, yang ingin menghadirkan ekosistem hiburan berbasis teknologi, seni, dan storytelling. DF Experiences — bagian dari Dezign Format Group Limited — dikenal sebagai pengembang properti intelektual (intellectual property /IP) orisinal yang menciptakan pengalaman hiburan berbasis lokasi (location-based entertainment) di berbagai negara.

Sementara itu, NETASIA berperan sebagai penghubung lintas batas yang mengintegrasikan konsep kreatif, produk gaya hidup, dan ruang pengalaman di Asia Tenggara — mewujudkan kolaborasi yang mempertemukan imajinasi dan teknologi dalam satu ruang imersif bernama PORTAL.

Managing Director DF Experiences, Jacky, menegaskan bahwa PORTAL tidak hanya ditargetkan menjadi destinasi wisata, tetapi juga membangun ekosistem yang berbasis inovasi. Ekspansi ke Jakarta, menurutnya, merupakan strategi untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekosistem imersif yang sedang berkembang.

Jacky menambahkan, ekspansi ini diharapkan membuka peluang kolaborasi lintas batas antara pelaku industri kreatif dan teknologi. Arah tersebut dinilai sejalan dengan pertumbuhan sektor ekonomi digital di Indonesia.

Di PORTAL, pengalaman tak lagi sekadar dilihat, tetapi dijelajahi. Pengunjung dapat bergerak bebas menembus ruang virtual berskala besar, dikelilingi visual 360 derajat dan lanskap suara yang hidup. Setiap gerakan menghadirkan respons pengalaman yang berbeda, mengaburkan batas antara dunia nyata dan digital.

Berbeda dengan atraksi virtual reality (VR) konvensional, teknologi di PORTAL dirancang lebih intuitif sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kategori usia. Pengunjung diajak merasakan pengalaman multi-sensori yang melibatkan penglihatan, pendengaran, dan gerakan fisik dalam satu rangkaian cerita.

Untuk Indonesia, tema pertama yang diangkat adalah “ The Element Code ”, berlatar tahun 2050. Pengunjung diajak bergabung dengan Pemandu Chen Guo dan teman setianya, Xiao Tian, dalam petualangan untuk menemukan istana bawah tanah yang hilang dan memperbaiki Huo Tian, perangkat waktu-ruang yang rusak.

Perangkat tersebut dikisahkan memiliki kemampuan mengubah jalannya sejarah. Dengan pendekatan sinematik imersif, pengunjung ditempatkan sebagai bagian dari cerita—bukan sekadar penonton.

Tema ini baru permulaan. PORTAL akan terus memperkenalkan tema-tema baru, dunia imersif, dan petualangan lain—dengan setiap pengalaman dirancang untuk menghadirkan kejutan, melibatkan pengunjung sepenuhnya, dan menginspirasi imajinasi.

Terkait tiket, Direktur NETASIA, Sripeni Puspasari, menyampaikan bahwa pengunjung dapat membeli tiket seharga Rp180.800 pada hari kerja atau Rp198.800 di akhir pekan. Pengelola juga menawarkan diskon 20% untuk pemesanan awal hingga 8 Februari 2026.

Sripeni menargetkan jumlah pengunjung sekitar 600 orang per hari. Target ini mempertimbangkan sistem masuk yang dibuat berkelompok — sekitar lima orang per kelompok — serta pengaturan sesi yang dilakukan bertahap.

“Dari target tersebut, bila mencapai 65% sudah menjadi indikator kinerja yang cukup baik. Pencapaian tersebut, menunjukkan tingginya minat masyarakat sekaligus efektivitas strategi yang dijalankan dalam menarik pengunjung setiap harinya,” kata Sripeni menjawab pertanyaan SWA.co.id.

Soal ekspansi, Sripeni mengakui peluang PORTAL untuk menjelajah wilayah lain di Indonesia tetap terbuka, namun belum dilakukan tahun ini. “Rencana ekspansi ada, tapi bukan tahun ini, sambil melihat animo masyarakat di sini. Tahap awal secara bertahap akan menambah film, dimana film yang sedang diputar di beberapa negara akan sama di Indonesia,” kata Sripeni.

Tak hanya menyuguhkan pengalaman imersif, PORTAL juga menghadirkan ruang eksplorasi kreatif melalui area Souvenir & Snack Bar. Di area ini, pengunjung dapat menemukan produk terkurasi hasil kolaborasi seniman Indonesia bersama NETASIA Singapura — sebagai perayaan lintas budaya antara inovasi digital dan sentuhan lokal.

Ruang tersebut menjadi jembatan antara dunia virtual dan nyata: pengunjung tidak hanya menikmati teknologi, tetapi juga merayakan kerajinan tangan, kreativitas, dan narasi budaya Nusantara. Karya lokal yang ditampilkan antara lain pottery elegan karya Naruna dari Salatiga, sulam artistik buatan Sinta Craft asal Semarang, tumbler ramah lingkungan dari Wastraloka Yogyakarta, rajutan hangat dari Nawilis Batam, hingga minuman herbal tradisional racikan Herbaldoc dari Kudus. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.