Pemain Bintang Liga Arab Saudi Hadapi Tantangan dan Ketidakpuasan
ACEHGROUND.COM – Di balik gemerlap investasi besar dan daya tarik gaji fantastis, Liga Arab Saudi kini menghadapi realitas yang kurang menyenangkan: sejumlah pemain bintang dikabarkan mengalami ketidakbahagiaan dan frustrasi. Situasi ini mencuat di tengah upaya ambisius Saudi Pro League untuk menjadi salah satu kompetisi sepak bola paling menonjol di luar Eropa, yang telah menarik deretan nama besar dalam beberapa tahun terakhir.
Laporan terbaru yang dihimpun AcehGround pada Jumat, 06 Februari 2026, menyoroti setidaknya empat pemain papan atas yang disebut-sebut tidak sepenuhnya nyaman dengan karier mereka di Timur Tengah. Isu-isu mulai dari adaptasi personal hingga konflik internal klub menjadi pemicu utama, mengisyaratkan bahwa gelimang uang belum tentu menjamin kenyamanan dan kepuasan.
Cristiano Ronaldo dan Kekecewaan Terhadap PIF
Cristiano Ronaldo, ikon utama yang menjadi magnet bagi pemain lain untuk bergabung dengan Liga Arab Saudi sejak 2023, kini dikabarkan mengalami ketegangan. Meskipun produktivitasnya di lapangan tetap impresif dengan 117 gol dari 133 penampilan bersama Al-Nassr, situasi di luar lapangan disebut-sebut memanas.
Penyerang berusia 40 tahun itu dilaporkan frustrasi terhadap Public Investment Fund (PIF), entitas yang menguasai mayoritas saham empat klub raksasa: Al-Hilal, Al-Nassr, Al-Ahli, dan Al-Ittihad. Ronaldo merasa Al-Nassr tidak menerima dukungan yang setara dibandingkan klub-klub lain, sebuah kekecewaan yang bahkan disebut-sebut berujung pada aksi mogok sebagai bentuk protes.
Darwin Nunez Berjuang dengan Adaptasi
Darwin Nunez, yang baru bergabung dengan klub Arab Saudi pada musim panas lalu, juga disebut-sebut menghadapi tantangan besar. Petualangan penyerang berusia 26 tahun ini jauh dari kata mulus, dengan laporan yang mengindikasikan kesulitan adaptasi terhadap kehidupan di Timur Tengah.
Faktor non-teknis disebut menjadi penyebab utama ketidaknyamanannya, mendorong Nunez untuk mencari jalan keluar hanya dalam beberapa bulan. Peluang kepindahannya terbuka mengingat bursa transfer Liga Turki masih aktif hingga 6 Februari, dengan Fenerbahce dikabarkan tengah menjajaki skema peminjaman hingga akhir musim, disertai opsi pembelian permanen. Kepindahan Karim Benzema ke Al-Hilal juga dinilai mempermudah proses kepergian Nunez.
Karim Benzema dan Perpisahan yang Tidak Ideal
Karim Benzema, yang sempat menjadi wajah utama Al-Ittihad sejak bergabung pada 2023, kini telah berpisah dengan klub tersebut. Hubungan antara striker peraih Ballon d’Or itu dengan Al-Ittihad memburuk dalam beberapa bulan terakhir.
Sumber internal menyebut Benzema merasa tidak dihargai setelah Al-Ittihad mengajukan tawaran kontrak baru yang dinilainya tidak sepadan dengan perannya di tim. Situasi tersebut memuncak hingga hubungan kedua pihak sulit diperbaiki, dan Benzema akhirnya diizinkan hengkang untuk bergabung dengan Al-Hilal, pemuncak klasemen liga, di mana ia diyakini merasa lebih nyaman.
Joao Cancelo dan Konflik Manajemen
Bek sayap asal Portugal, Joao Cancelo, juga masuk dalam daftar pemain yang tidak sepenuhnya bahagia di Liga Arab Saudi. Meskipun masih terikat kontrak hingga 2027 bersama Al-Hilal, Cancelo dikabarkan tidak puas dengan cara pelatih Simone Inzaghi mengelola tim.
Pada Januari lalu, Cancelo meminta izin untuk meninggalkan klub dengan status pinjaman dan kembali memperkuat Barcelona hingga akhir musim. Meskipun hanya bersifat sementara, kepindahan tersebut dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Cancelo tidak melihat masa depan jangka panjangnya di Arab Saudi dan akan mengupayakan transfer permanen pada bursa musim panas mendatang.
Kasus keempat pemain ini memberikan gambaran bahwa di balik pertumbuhan pesat dan suntikan dana masif yang berhasil menarik perhatian dunia, Liga Arab Saudi masih menghadapi tantangan internal dan adaptasi personal yang krusial. Kesejahteraan pemain, baik di dalam maupun di luar lapangan, menjadi faktor penentu keberlanjutan proyek ambisius ini.




