Muhammadiyah Terus Berkomitmen Melayani Masyarakat dalam Berbagai Bidang
MUHAMMADIYAH.OR.ID, PEKALONGAN – Muhammadiyah hadir sejak tahun 1912 M atau 1330 H sampai sekarang harus menjadi role model gerakan pemberdayaan umat, sekaligus aktor yang membantu memajukan elemen bangsa.
Pesan itu disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti pada Sabtu (7/2) dalam kunjungan dan sarasehan yang digelar oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah dengan MPM Pekalongan.
Di hadapan peserta sarasehan Sayuti menyampaikan, Muhammadiyah sejak 117 tahun lalu dalam hitungan hijriyah – tidak pernah berhenti bergerak. Selalu ada gebrakan dalam setiap gerakan dakwah, bahkan tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri.
Dia membeberkan, Persyarikatan Muhammadiyah saat ini memiliki lebih dari 5.500 sekolah, 164 perguruan tinggi, 128 rumah sakit, dan masjid yang sampai tak terhitung jumlahnya. Muhammadiyah juga memiliki lembaga pendidikan di luar negeri.
Sayuti mengapresiasi derap pemberdayaan yang dilakukan MPM kepada warga Muhammadiyah di akar rumput. Setiap gerak pemberdayaan yang dilakukan MPM menurutnya sebagai bukti bahwa Muhammadiyah tidak pernah cuti melayani.
Muhammadiyah, sambungnya, tidak sebatas bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial sebagaimana diketahui masyarakat umum. Melainkan juga bergerak dan memberdayakan kelompok petani.
“Jadi itu juga tantangan kita, bagaimana petani kita bisa maju. Itu bukan hanya problem MPM tapi problem bangsa ini – belum bisa kompetitif dalam produksi pertanian,” ungkap M. Sayuti.
Sementara itu, Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin menyampaikan, MPM Pusat saat ini sedang membuka peluang kerja sama dengan eksternal – termasuk dengan Kementerian Pertanian.
Kerja sama ini diharapkan akan mendongkrak potensi lokal sehingga menjadi produk unggulan dan berdaya saing. Sebab saat ini persaingan di pasar dagang untuk makanan pokok juga tidak main-main.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini digunakan oleh MPM PP Muhammadiyah untuk lebih banyak mendengar masukan dari MPM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pekalongan.
Merespon itu, Ketua MPM PDM Kabupaten Pekalongan, Islah Milono menyampaikan bahwa saat ini terdapat beberapa komoditas yang digarap oleh MPM PDM Kabupaten Pekalongan dengan komoditas utama beras.
Komoditas lain yang akan dikembangkan di Kabupaten Pekalongan antara lain kopi dan jagung. Akan tetapi sebelumnya, untuk petani beras MPM PDM Kabupaten Pekalongan masih mengalami kesulitan untuk penyerapan produk pertanian.




