IHSG Stagnan di Level 8.235 dengan Transaksi Rp38,2 Triliun
Fakta News Day - PRIORITAS, 27/2/26 (Jakarta): Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (27/2/26) nyaris tidak berubah, hanya naik tipis 0,22 poin atau stagnan di kisaran 0,0 persen ke posisi 8.235,4.
Aktivitas jual beli saham berlangsung cukup aktif, tercermin dari nilai transaksi yang mencapai Rp38,2 triliun. Sebanyak 45,8 miliar saham berpindah tangan melalui 2,49 juta kali transaksi.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 352 saham menguat, 338 saham melemah, sementara 268 saham lainnya bergerak mendatar.
Kenaikan signifikan pada sektor perindustrian
Secara sektoral, sebagian besar indeks sektor ditutup menguat. Kenaikan paling signifikan terjadi pada sektor perindustrian yang melesat sebesar 4,48 persen. Berikutnya, sektor barang konsumen primer naik 2,88 persen, barang baku 1,88 persen, teknologi 0,38 persen, transportasi 0,29 persen, properti 0,27 persen, serta energi 0,26 persen.
Di sisi lain, sektor keuangan menjadi penekan utama pasar setelah turun 0,83 persen. Pelemahan juga dialami sektor infrastruktur yang terkoreksi 0,36 persen, sektor kesehatan turun 0,16 persen, serta sektor barang konsumen non-primer melemah 0,07 persen.
Pada kelompok saham penguat, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatat lonjakan tertinggi dengan kenaikan 32,92 persen ke level Rp214. Selanjutnya, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) menguat 21,9 persen menjadi Rp640, sementara PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) naik 16,8 persen ke posisi Rp90.
Penguatan tajam turut dialami PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) yang melonjak 15,94 persen ke level Rp160, serta PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH) yang naik 13,3 persen menjadi Rp68.
Di sisi lain, daftar saham pelemah teratas dipimpin PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) yang anjlok 14,86 persen ke level Rp1.260. Selanjutnya, PT Pollux Hotels Group Tbk (POLI) turun 14,77 persen menjadi Rp1.500, disusul PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) yang terkoreksi 14,68 persen ke Rp186.
Tekanan jual juga menimpa PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) yang merosot 14,56 persen ke posisi Rp880, serta PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) yang melemah 14,42 persen menjadi Rp89. (P-*r/Zamir Ambia)




