Tips Aman Berkendara Saat Puasa: Perencanaan dan Istirahat Penting
Sumber Foto: Tribunmadura.com
Lifestyle

Tips Aman Berkendara Saat Puasa: Perencanaan dan Istirahat Penting

Ringkasan Berita:

Mengatur waktu perjalanan saat puasa Ramadan penting untuk menjaga stamina dan konsentrasi di jalan.

Pakar keselamatan mengingatkan agar tidak berangkat mepet waktu berbuka karena kondisi fisik dan emosi cenderung menurun serta lalu lintas meningkat.

Pengemudi disarankan berangkat lebih awal, mengatur jadwal yang longgar, dan beristirahat setiap 1–2 jam guna menekan risiko kecelakaan.

TRIBUNMADURA.COM – Mengatur jadwal perjalanan saat menjalankan ibadah puasa menjadi langkah penting untuk menjaga stamina, fokus, dan keselamatan di jalan.

Perencanaan yang baik membantu pengemudi mobil maupun pengendara motor tetap dalam kondisi prima sepanjang perjalanan.

Tanpa persiapan yang matang, risiko kelelahan akan meningkat, terutama pada siang hari hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Pada periode tersebut, energi tubuh cenderung menurun sehingga konsentrasi dan refleks ikut berkurang.

Jika dipaksakan, kondisi ini dapat memperbesar potensi terjadinya kesalahan saat berkendara dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Hindari Perjalanan Mepet Waktu Berbuka

Head of Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, mengingatkan agar masyarakat tidak merencanakan perjalanan secara mepet dengan waktu tiba.

Menurutnya, keberangkatan sebaiknya dilakukan lebih awal dengan jadwal yang longgar.

“Usahakan kita berangkat lebih awal, jangan terlalu mepet waktu apalagi kalau perjalanan jauh. Sisipkan waktu istirahat tiap 1–2 jam dan hindari jadwal perjalanan panjang tepat sebelum waktu buka puasa, karena kondisi fisik dan emosi biasanya sedang turun,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Rabu (26/2/2026).

Agus menjelaskan, menjelang waktu berbuka merupakan periode rawan. Pada waktu tersebut, energi tubuh cenderung menurun sehingga fokus dan konsentrasi pengendara berkurang.

Di sisi lain, volume lalu lintas umumnya meningkat karena banyak masyarakat yang beraktivitas menjelang berbuka.

Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan potensi risiko kecelakaan di jalan raya. Karena itu, perjalanan jarak jauh sebaiknya tidak dijadwalkan terlalu dekat dengan waktu berbuka puasa apabila tidak mendesak.

Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, menuturkan bahwa waktu perjalanan pada dasarnya fleksibel selama pengemudi memperhatikan durasi istirahat.