Strategi Sukses Memulai Bisnis Hampers Lebaran untuk Pemula
Liputan6.com, Yogyakarta - Tips memulai bisnis hampers Lebaran dapat menjadi gambaran bagi pemula yang ingin merintis usaha. Bisnis hampers atau parcel sendiri termasuk usaha musiman yang banyak dijalankan menjelang Lebaran karena permintaannya meningkat.
Sebagai bisnis musiman, usaha hampers Lebaran menuntut pebisnis pemula untuk berani mengambil risiko saat mulai merintis. Meski begitu, jika ditekuni dengan serius, bisnis ini cukup menjanjikan, terutama bagi generasi Z yang kreatif dan adaptif terhadap tren.
Setiap tahun, tren hampers atau parcel terus berubah mengikuti selera konsumen. Oleh karena itu, pebisnis perlu sigap mencuri start agar produknya lebih dulu dilirik pelanggan. Selain itu, isi hampers juga sebaiknya dibuat lebih kreatif dan tidak terpaku pada kue kering saja.
Neneng (28), pebisnis hampers asal Yogyakarta sekaligus pemilik dari @alinahampersjogja, membagikan tips memulai usaha hampers Lebaran bagi pemula. Ia menekankan pentingnya melakukan riset pasar serta konsisten dalam melakukan promosi sejak awal merintis usaha.
1. Riset Pasar dan Tentukan Target Pembeli
Melakukan riset pasar menjadi langkah penting saat memulai usaha. Dengan mengetahui target pasar yang ingin dijangkau, penentuan konsep bisnis akan lebih terarah. Sebaliknya, jika masih meraba-raba pasar, proses merintis usaha bisa berjalan kurang maksimal.
Setiap pebisnis tentu memiliki target pembeli yang berbeda-beda, mulai dari ibu-ibu, anak muda, hingga anak-anak. Hal yang sama juga berlaku dalam bisnis hampers, karena penentuan target pasar akan memengaruhi konsep, harga, hingga isi produk yang ditawarkan.
"Pertama, kita harus tahu dulu target market kita siapa. Dengan mengetahui target pembeli, kita bisa menentukan desain hampers, range harga, hingga cara promosi yang tepat," papar Neneng kepada Liputan6.
2. Hitung Modal
Perbesar
Tips selanjutnya sebelum memulai usaha hampers adalah menghitung modal secara matang dan menentukan harga jual yang tepat. Modal diperlukan untuk membiayai operasional, pengadaan aset, serta pembelian bahan baku demi menjaga kelangsungan dan pertumbuhan bisnis.
"Jangan asal ikut harga pasaran. Hitung semua biaya secara detail agar tetap mendapatkan keuntungan dan tidak hanya capek tanpa hasil," jelas Neneng.
3. Penentuan Harga Jual
Perbesar
Neneng juga menambahkan pentingnya trik dalam menentukan harga jual. Menurutnya, harga tidak bisa ditetapkan sembarangan karena berisiko membuat pebisnis tidak memperoleh keuntungan yang semestinya.
"Pastikan harga jual sudah termasuk isi produk, packaging, biaya tambahan, dan margin keuntungan," tambah Neneng.
4. Siapkan Dana Cadangan dan Manajemen Waktu
Perbesar
Dalam menjalankan usaha, pebisnis juga perlu menyiapkan dana cadangan. Dana ini penting untuk menjaga kelangsungan bisnis saat menghadapi kondisi darurat, situasi yang tidak menentu, maupun krisis.
Dana cadangan berfungsi sebagai penyangga arus kas (cash flow), membantu menghindari utang, melindungi investasi, serta memberikan rasa aman bagi pengusaha. Idealnya, dana ini disisihkan secara rutin dari keuntungan yang diperoleh.
"Menjelang Lebaran biasanya order meningkat drastis, barang dari supplier bisa terlambat, dan kurir overload. Oleh karena itu penting menyiapkan dana cadangan dan mengatur waktu produksi dengan baik agar tidak kewalahan," ungkap Neneng.
5. Konsistensi Promosi
Perbesar
Tips selanjutnya dari pebisnis hampers asal Jogja tersebut adalah menjaga konsistensi dalam promosi. Dalam menjalankan bisnis, promosi yang dilakukan secara konsisten memang sangat dibutuhkan agar brand semakin dikenal dan tetap diingat oleh calon pelanggan.
"Bisnis hampers itu musiman dan butuh konsistensi. Awal mungkin terasa sepi, tapi yang konsisten upload dan promosi biasanya yang panen di H-20 sampai H-7 Lebaran," tutup Neneng.
6. Siapkan Mental
Selain konsisten dalam promosi, pebisnis juga perlu menyiapkan mental. Dalam merintis usaha hampers, ada kalanya penjualan terasa sepi, terutama saat tidak ada momen tertentu seperti Lebaran atau hari besar lainnya.
Seperti yang dijelaskan Neneng, kondisi tersebut wajar terjadi di awal merintis. Namun, jika promosi dilakukan secara konsisten dan konsep hampers yang ditawarkan mengikuti tren kekinian, pelanggan akan datang secara bertahap.
Mengutip buku berjudul Nyontek Abis Cara Bisnis Para Miliarder Muslim Dunia (2022) oleh Alissa Taufiq, dunia bisnis memiliki peluang serta risiko gagal yang besar, yang berarti kegagalan adalah hasil yang mungkin terjadi selama proses berlangsung. Upaya mengatasi ketakutan dalam berbisnis yaitu perlu mengurangi beberapa risiko kegagalan.
Pertama, tinjau semua hasil potensial. Hal tersebut akan membantu memahami risiko dan konsekuensi yang mungkin terjadi sebelum memasuki situasi potensial.
Kedua, pertimbangkan skenario terburuk. Dalam beberapa kasus, mungkin saja bisa terjadi hal yang tidak diinginkan. Tapi setidaknya dengan mempersiapkannya, menyadari bahwa itu mungkin tidak terlalu buruk.
Ketiga, selalu siapkan rencana darurat. Pikirkan hasil potensial dan apa yang dapat dilakukan jika hal-hal tidak berjalan sesuai keinginan.
Q & A Seputar Topik
Kapan waktu terbaik memulai bisnis hampers Lebaran?
Idealnya persiapan sudah dimulai 2–3 bulan sebelum Ramadan. Waktu tersebut bisa digunakan untuk riset pasar, menentukan konsep, mencari supplier, hingga membuat contoh produk. Promosi biasanya mulai efektif sejak awal Ramadan agar pesanan terkumpul sebelum puncak Lebaran.
Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk bisnis hampers Lebaran?
Modal sangat fleksibel tergantung konsep dan isi hampers. Jika memulai dari skala kecil, kamu bisa menyesuaikan dengan sistem pre-order untuk menekan risiko stok menumpuk. Fokus pada kemasan menarik dan kualitas isi agar nilai jual tetap tinggi meski modal terbatas.
Produk apa yang paling diminati untuk isi hampers Lebaran?
Produk makanan seperti kue kering, camilan premium, sirup, atau makanan homemade masih menjadi favorit. Selain itu, hampers non-makanan seperti perlengkapan ibadah, aromaterapi, atau produk UMKM lokal juga semakin diminati karena lebih personal dan unik.
Bagaimana cara menentukan harga hampers agar tetap untung?
Hitung seluruh biaya produksi mulai dari isi, kemasan, kartu ucapan, hingga ongkos kirim atau tenaga kerja. Setelah itu, tambahkan margin keuntungan yang wajar. Pastikan harga sesuai dengan target pasar agar tetap kompetitif namun menguntungkan.
Strategi promosi apa yang efektif untuk bisnis hampers Lebaran?




