Strategi Belanja Cerdas Hadapi Lonjakan Harga Daging Jelang Lebaran 2026
Fakta News Day - P R JATIM – Memasuki pekan kedua Ramadan 1447 H, masyarakat Jawa Timur perlu mulai mengatur strategi belanja protein hewani. Berdasarkan analisis tren musiman dan data historis dari Siskaperbapo Jawa Timur, pergerakan harga daging sapi dan ayam diprediksi akan mengalami dinamika yang cukup tajam seiring mendekatnya perayaan Idulfitri pada pertengahan Maret 2026.
Tingginya tradisi memasak menu khas Lebaran seperti rendang, empal, dan opor ayam menjadi motor utama penggerak harga di pasar-pasar tradisional. Berikut adalah rincian proyeksi dan strategi belanja cerdas untuk Anda.
1.Harga Daging Sapi Tetap Tinggi Menjelang Lebaran
Harga daging sapi di Jawa Timur memiliki karakteristik "kaku," yang berarti sulit turun setelah melonjak di awal Ramadan. Saat ini, harga pasar terpantau stabil di level tinggi, yakni antara Rp125.000 hingga Rp145.000 per kilogram. Kondisi ini diperkirakan akan terus bertahan tanpa penurunan berarti hingga hari raya tiba.
Berita Jawa Timur
Titik kritis kenaikan harga diprediksi terjadi pada H-3 Lebaran (sekitar 17–19 Maret 2026). Pada momen tersebut, permintaan masyarakat akan melonjak drastis secara serentak. Akibatnya, harga di tingkat pedagang eceran berpotensi menembus angka Rp150.000 per kilogram karena stok yang diperebutkan banyak orang.
Untuk menyiasati lonjakan harga tersebut, para pakar menyarankan konsumen untuk membeli daging sapi lebih awal pada minggu ini. Membeli sekarang akan menghindarkan Anda dari harga "getok" atau harga sangat tinggi yang biasanya muncul saat mendekati hari Lebaran ketika stok mulai menipis.
Agar daging tetap awet dan berkualitas, gunakan teknik penyimpanan vakum (kedap udara) sebelum dimasukkan ke dalam pembeku (freezer) dengan suhu rendah. Cara ini terbukti ampuh menjaga tekstur serat daging tetap prima dan segar saat diolah untuk hidangan hari raya nanti.
2.Dinamika Harga Daging Ayam Ras
Harga daging ayam ras sangat fluktuatif karena sangat bergantung pada situasi di lapangan. Berbeda dengan daging sapi yang cenderung stabil, harga ayam bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Pada periode menjelang Lebaran 2026, harga diperkirakan akan bermain di kisaran Rp38.000 hingga Rp45.000 per kilogram.
Faktor utama yang memicu perubahan harga ini adalah biaya pakan ternak dan kelancaran pengiriman. Karena Maret 2026 diprediksi mengalami cuaca ekstrem bersamaan dengan puncak arus mudik, risiko hambatan distribusi di jalan tol atau pelabuhan menjadi sangat tinggi. Jika pengiriman terhambat, stok di pasar bisa menipis secara mendadak.
Belanja & Retailer
Kelangkaan stok ini paling rawan terjadi pada H-2 Lebaran. Gangguan logistik akibat macet atau cuaca buruk dapat menyebabkan harga melonjak tiba-tiba di tingkat pedagang eceran. Oleh karena itu, konsumen perlu memantau ketersediaan barang di pasar lokal guna mengantisipasi kenaikan harga yang tidak terduga.
Untuk menyiasatinya, Anda disarankan tetap membeli ayam dalam kondisi segar mendekati hari raya agar kualitasnya maksimal. Namun, agar tidak kehabisan stok akibat kendala distribusi tersebut, sangat dianjurkan untuk melakukan pemesanan atau pre-order kepada pedagang langganan jauh-jauh hari sebagai jaminan ketersediaan barang.
Tabel Strategi Belanja: Sapi vs Ayam Ras
Bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan anggaran, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Bulog biasanya menggelar Operasi Pasar atau Bazar Ramadhan di pertengahan hingga akhir Maret.
Langganan berita premium
Dalam program ini, tersedia daging beku (daging sapi impor atau daging kerbau) dengan harga yang jauh lebih terjangkau, berkisar antara Rp80.000 hingga Rp95.000 per kg. Kualitas daging beku ini telah melalui uji klinis dan aman dikonsumsi, menjadikannya opsi paling rasional saat harga daging segar di pasar tradisional mulai melambung tidak terkendali.
Tips Tambahan: Memilih Daging di Tengah Lonjakan Pasar
Saat memilih daging sapi, perhatikan warnanya secara teliti. Daging yang berkualitas baik harus berwarna merah segar dan cerah, bukan pucat atau kebiruan. Untuk daging ayam, pastikan aromanya segar khas daging dan tidak mengeluarkan bau amis yang menyengat atau busuk sebagai tanda kesegaran.
Waspadai peredaran daging gelonggongan yang sengaja diisi air agar timbangannya lebih berat. Daging jenis ini biasanya dijual dengan harga yang jauh lebih murah dari standar pasar. Meski terlihat besar, daging gelonggongan akan menyusut secara drastis saat dimasak dan teksturnya cenderung lebih lembek.
Selain mengecek fisik, Anda perlu memantau pergerakan harga secara rutin. Manfaatkan portal resmi seperti Siskaperbapo untuk melihat harga harian yang berlaku di pasar-pasar terdekat. Langkah ini sangat penting dilakukan terutama saat terjadi lonjakan harga agar Anda tidak tertipu oleh oknum penjual yang mematok harga terlalu tinggi.
Dengan menggabungkan ketelitian fisik dan informasi harga terkini, Anda bisa mendapatkan produk hewani yang sehat bagi keluarga. Pastikan Anda membeli di pedagang langganan yang terpercaya untuk menjamin kualitas daging yang tetap konsisten. Belanja belanja rumah tangga Anda.***




