Seskab Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tidak Pengaruhi Anggaran Pendidikan
Sumber Foto: Kompas.tv
Sosial

Seskab Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tidak Pengaruhi Anggaran Pendidikan

Fakta News Day - JAKARTA, KOMPAS.TV- Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membantah kabar yang menyebutkan bahwa program Makan Bergizi Gratis memotong anggaran Pendidikan.

“Kemarin ada pihak, sedikit pihak yang menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis itu mengurangi program dan anggaran pendidikan. Sehingga sekolah terbengkalai, kemudian guru-guru tidak diperhatikan,” ucap Teddy, sebagaimana laporan Jurnalis KompasTV Cindy Permadi, Sabtu (28/2/2026).

“Jadi, saya mau jawab itu narasi yang keliru. Jadi, singkat cerita begini. Yang pertama, makan bergizi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.”

Teddy justru menegaskan, bahwa peningkatan kualitas pendidikan termasuk tunjangan guru dilakukan pada saat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Faktanya, tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang tidak berjalan sekarang. Tidak ada program dari periode sebelumnya yang dihentikan. Semuanya berjalan. Semuanya berjalan, bahkan ditambah,” jelas Teddy.

“Ada Kartu Indonesia Pintar berjalan. Ada Program Indonesia Pintar berjalan. Bahkan Presiden Prabowo menambahkan ada sekolah rakyat.”

Bahkan, sambung Teddy, di pemerintahan Presiden Prabowo untuk anak-anak yang semula tidak bisa sekolah, putus sekolah, atau mungkin bahkan dia tidak pernah sekolah, disekolahkan di sekolah rakyat.

“Diberi penginapan, diberi pendidikan, diberi makan gizi dan dijamin kesehatannya. Per sekarang, tahun lalu, dalam satu tahun saja, sudah hampir 16.000 sampai 22.000 siswa. Ada 166 sekolah. Tahun ini akan dibangun lagi 100 sekolah,” tegas Teddy.