Rupiah Diprediksi Melemah Akibat Ketegangan AS-Iran
Fakta News Day - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta. Foto : Antara/Muhammad Adimaja/Spt/am.
Share on Facebook Share on Twitter
INDOPOSCO.ID – Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memproyeksikan mata uang rupiah pada Senin (2/3/2026) ini bakal bergerak melemah imbas dari perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Rupiah diprediksi melemah di kisaran Rp16.750-Rp16.900 per dolar AS. Pelemahan mata uang Garuda disebabkan adanya kecenderungan pelaku pasar untuk menghindari aset berisiko dan memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman.
Baca Juga:
BTN Banjiri Pasar dengan 10 Ribu Rumah Second, KPR Mulai Bunga 5 Persen
ASEAN di Persimpangan Global, Indonesia Serukan Ketahanan Kolektif
Kolaborasi Strategis Pertamina Drilling-SGN Dorong Efisiensi Operasi Migas
“Rupiah diperkirakan akan melemah dan bergerak volatile terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off dari eskalasi perang di Timur Tengah,” kata Lukman di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Meski demikian, lanjutnya, Bank Indonesia (BI) dinilai akan segera mengintervensi.
Adapun nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin pagi, bergerak melemah 42 poin atau 0,25 persen menjadi Rp16.829 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.787 per dolar AS.
Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu pagi (28/2) waktu setempat, Amerika Serikat dan Zionis Israel melancarkan serangkaian serangan ke Iran, termasuk ibu kota Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa rakyat sipil.
Iran kemudian melancarkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dikonfirmasi syahid akibat serangan rudal AS-Israel terhadap tempat kerjanya.
Menyusul wafatnya Khamenei, pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan libur kerja selama seminggu seperti dilansir Antara.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Angkatan Darat Iran, dalam pernyataan tertulis mereka, bersumpah akan membalas kematian Khamenei. (aro)
Tags: AS Iran mata uang perang
Berita Terkait.
Ekonomi
BTN Banjiri Pasar dengan 10 Ribu Rumah Second, KPR Mulai Bunga 5 Persen
Senin, 25 Mei 2026 - 23:43
Ekonomi
ASEAN di Persimpangan Global, Indonesia Serukan Ketahanan Kolektif
Senin, 25 Mei 2026 - 22:02
Ekonomi
Kolaborasi Strategis Pertamina Drilling-SGN Dorong Efisiensi Operasi Migas
Senin, 25 Mei 2026 - 21:11
Ekonomi
Harga Sawit Anjlok Usai Wacana Ekspor Satu Pintu, DPR Curiga Ada Permainan Pasar
Senin, 25 Mei 2026 - 21:01
Ekonomi
BTN Akuisisi Portofolio Kredit SMBCI Hampir Rp20 Triliun, Percepat Transformasi Beyond Mortgage
Senin, 25 Mei 2026 - 19:47
Ekonomi
PHE Buka 22 Struktur Migas Baru, Karpet Merah Investasi Hulu Energi Dibentangkan
Senin, 25 Mei 2026 - 19:10




