Piala Dunia 2026 Hadirkan Football AI Pro, Inovasi Analisis Sepak Bola Berbasis AI
Fakta News Day - FIFA memperkenalkan Football AI Pro, teknologi AI mirip ChatGPT yang menganalisis permainan dan performa tim di Piala Dunia 2026.
A-AA+
JAKARTA – Piala Dunia 2026 bukan hanya tentang pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi panggung bagi inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Football AI Pro, sistem analisis pertandingan yang disebut-sebut sebagai “versi ChatGPT untuk sepak bola”.
Teknologi ini diperkenalkan FIFA sebagai model bahasa berbasis AI yang mampu membaca dan menganalisis pertandingan secara mendalam, mulai dari performa pemain hingga strategi tim secara keseluruhan.
Advertisement
Kepala Teknologi Sepak Bola dan Data FIFA, Sebastian Runge, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang dengan pendekatan bahasa sepak bola yang dikembangkan oleh tim teknis FIFA di bawah arahan mantan pelatih legendaris Arsène Wenger.
“Teknologi ini memanfaatkan data pertandingan yang tersedia dan menerapkannya dalam bahasa analisis sepak bola yang dikembangkan FIFA,” ujar Runge.
Alat Analisis untuk Pelatih dan Tim
Football AI Pro berfokus pada analisis performa pemain serta evaluasi permainan tim secara komprehensif. Melalui teknologi ini, staf pelatih dapat memperoleh insight taktis yang lebih mendalam, termasuk pola pergerakan pemain, efektivitas strategi, hingga potensi kelemahan lawan.
Menurut Runge, beberapa klub dan tim nasional yang memiliki sumber daya lebih besar sebenarnya sudah mulai memanfaatkan data dari sistem ini. Namun pada Piala Dunia 2026, FIFA memastikan teknologi tersebut akan tersedia bagi seluruh negara peserta.
Meski begitu, penggunaan AI ini masih difokuskan pada kebutuhan tim dan staf pelatih, bukan untuk publik secara luas. (*)
Advertisement
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Piala Dunia 2026 Piala Dunia AI ChatGPT Football AI Pro
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.




