Pembangunan 2.200 Rumah Bantuan Presiden di Papua Pegunungan Dicanangkan untuk 2026
Sumber Foto: ANTARA News Papua
Nasional

Pembangunan 2.200 Rumah Bantuan Presiden di Papua Pegunungan Dicanangkan untuk 2026

Fakta News Day - Wamena (ANTARA) - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI memastikan 2.200 unit rumah bantuan Presiden RI Prabowo Subianto di Papua Pegunungan (Papeg) direncanakan dibangun tahun 2026.

Pembangunan 2.200 unit rumah bagi Pemprov Papeg tipe 45 dan 90 merupakan instruksi presiden atau Inpres yang harus segera ditindaklanjuti oleh Kementerian Perumahan PKP RI sejak tahun 2025.

Gubernur Papeg John Tabo dalam keterangan tertulis di Wamena, Sabtu mengatakan sebenarnya pembangunan 2.200 unit rumah harus dilakukan pada Desember 2025, tetapi hal itu masih belum terlaksana.

“Hambatan pengerjaan itulah sehingga kami melakukan pertemuan dengan Pak Menteri Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait di ruang Komisi V DPR RI di Jakarta untuk menanyakan bagaimana kelanjutan pembangunan tersebut,” katanya.

Menurut dia, dalam pertemuan itu pihaknya dari Pemprov Papua Pegunungan dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mencari solusi terbaik kendala apa yang menyebabkan sehingga pembangunan 2.200 unit rumah belum dilaksanakan.

“Dari hasil pertemuan itu telah menemukan titik terang atau kesepakatan sehingga pembangunan akan segera dilaksanakan. Semua tahapan dan mekanisme pembangunannya kami serahkan kepada Pak Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman,” ujarnya.

Dia mengharapkan proses pembangunan 2.200 unit rumah yang dikhususkan bagi daerah otonomi baru (DOB) Papeg dapat segera terlaksana dalam tahun ini.

“Kami berharap proses pembangunan 2.200 unit rumah bagi Papeg dapat dipercepat sehingga masyarakat penerima manfaat bisa merasakan sentuhan atau perhatian dari pemerintah pusat,” katanya.

Dia menambahkan dengan adanya pembangunan 2.200 unit rumah bagi Papua Pegunungan maka dapat meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat yang tersebar di delapan kabupaten.

“Tentu pembangunan ini menjadi kepentingan negara, bangsa dan rakyat di Papeg supaya perekonomian masyarakat di Papua Pegunungan terus meningkat,” ujarnya.