Pelantikan Enam Pejabat Fungsional Kemenkum Bali Tingkatkan Kualitas SDM dan Layanan Hukum
Sumber Foto: RRI.co.id
Nasional

Pelantikan Enam Pejabat Fungsional Kemenkum Bali Tingkatkan Kualitas SDM dan Layanan Hukum

Fakta News Day - RRI.CO.ID, Denpasar — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali, Eem Nurmanah, melantik dan mengambil sumpah enam pejabat fungsional di lingkungan Kanwil Kemenkum Bali . Pelantikan ini guna memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan produk hukum di daerah.

Enam pejabat yang dilantik terdiri atas dua Analis SDM Aparatur, tiga Perancang Peraturan Perundang-undangan, dan satu Analis Hukum. Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas kelembagaan dalam mendukung pelayanan hukum yang profesional dan berintegritas.

Dalam sambutannya, Eem menegaskan bahwa jabatan fungsional yang diemban merupakan amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. “Jabatan yang Saudara sandang merupakan amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas,” ujarnya, Kamis 26 Februari 2026.

Kepada Analis SDM Aparatur, ia menekankan pentingnya peran strategis dalam membangun kualitas aparatur melalui penerapan sistem merit secara konsisten, pengembangan kompetensi yang tepat sasaran, serta manajemen kinerja yang berorientasi pada produktivitas nyata.

Sementara itu, kepada Perancang Peraturan Perundang-undangan, Eem mengingatkan agar setiap produk hukum yang dihasilkan berkualitas, harmonis, dan tidak tumpang tindih. Ketajaman analisis dan ketelitian dinilai menjadi kunci agar norma yang dirumuskan benar-benar berorientasi pada kepentingan publik serta selaras dengan cita hukum nasional.

Adapun kepada Analis Hukum yang dilantik, ia berharap mampu menghadirkan analisis dan evaluasi hukum yang komprehensif, kritis, dan solutif guna mendukung pengambilan keputusan pimpinan di tengah dinamika persoalan hukum yang semakin kompleks.

Pelantikan ini diharapkan semakin memperkuat profesionalisme aparatur serta meningkatkan kualitas layanan hukum kepada masyarakat di wilayah Bali.