Pasar Kripto Tertekan: Bitcoin Terpuruk di Tengah Ketegangan AS-Iran
Sumber Foto: kalderanews.com
Internasional

Pasar Kripto Tertekan: Bitcoin Terpuruk di Tengah Ketegangan AS-Iran

The Path To Financial Freedom, EduFulus – Pasar aset kripto mengalami aksi jual masif pada perdagangan Sabtu pagi (28/2/2026). Bitcoin (BTC) dan sejumlah aset blue chip kripto lainnya rontok parah setelah tertekan kombinasi sentimen makroekonomi AS yang memburuk dan memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 05.40 WIB, kapitalisasi pasar kripto global merosot 2,79% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 2,26 triliun. Bitcoin (BTC) mencatatkan koreksi tajam 3,33% ke level US$ 65.229 per koin, atau setara dengan Rp1,09 miliar (asumsi kurs Rp16.802 per dolar AS).

Pelemahan ini dipicu oleh rilis data Producer Price Index (PPI) atau inflasi tingkat produsen AS bulan Januari yang melampaui ekspektasi.

Core PPI tercatat naik 3,6% secara tahunan (yoy), lebih tinggi dari perkiraan pasar di level 3,0%. Kondisi ini memupus harapan investor akan pemangkasan suku bunga. Saat ini, pasar memproyeksikan peluang sebesar 96% bahwa Federal Reserve (The Fed) akan tetap menahan suku bunga tinggi pada rapat 18 Maret mendatang.

Tensi Geopolitik Picu Risk-Off

Selain faktor ekonomi, meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi katalis utama mundurnya investor dari aset berisiko. Laporan mengenai evakuasi staf kedutaan AS dari Israel memicu kekhawatiran pecahnya konflik terbuka.

Situasi pasar yang mencekam ini memicu eksodus besar-besaran modal keluar dari aset berisiko seperti kripto dan saham, menuju aset aman (safe haven).

Harga emas tercatat melonjak 1% ke level di atas US$ 5.230 per ons, diikuti perak yang melompat signifikan hingga 4% ke atas US$ 92.

Di sisi lain, harga minyak mentah juga ikut terkerek naik 2,3% ke level US$ 67 per barel akibat meningkatnya risiko geopolitik global.

Koreksi tajam pada Bitcoin pun berdampak domino pada jajaran altcoin yang terpangkas jauh lebih dalam.

Indeks CoinDesk 20, yang melacak pergerakan 20 aset kripto terbesar, merosot hingga 3,52%. Ethereum (ETH) memimpin kejatuhan dengan anjlok 6,41% ke level US$ 1.903, disusul Solana (SOL) yang terpangkas 5,84% ke US$ 81.

Penurunan serupa juga dialami Dogecoin (DOGE) yang amblas 4,37% ke US$ 0,09, XRP yang jatuh 3,91% ke US$ 1,34, serta Binance (BNB) yang terkoreksi 2,55% di level US$ 608.

Saham Terkait Kripto Ikut Tumbang

Sentimen negatif ini merembet ke bursa saham Wall Street. Saham pemegang Bitcoin terbesar, MicroStrategy (MSTR), turun 3%, sementara bursa kripto Coinbase (COIN) melemah 2%. Perusahaan penambang kripto seperti IREN dan TeraWulf bahkan tertekan lebih dalam dengan koreksi antara 6% hingga 8%.

Mata Uang Digital

Direktur perusahaan perdagangan Wincent, Paul Howard, menilai potensi rebound Bitcoin dalam waktu dekat masih sangat terbatas. Secara historis, Maret merupakan bulan yang cenderung lemah bagi pergerakan harga kripto.

“Pendekatan hati-hati masih diperlukan. Pelaku pasar kini memposisikan BTC berada di bawah kisaran US$ 72.000–US$ 74.000 dengan level support kuat di sekitar US$ 54.000 hingga Maret mendatang,” ujar Howard.