Pasar Kripto Pulih di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Kebijakan AS
Jakarta – Pasar mata uang kripto menunjukkan resiliensinya dengan kembali bangkit pada perdagangan Rabu (25/2), setelah sebelumnya mengalami koreksi akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta pengumuman tarif global baru sebesar 15% oleh Presiden AS Donald Trump. Pemulihan ini memberikan sinyal positif bagi investor, meskipun tantangan dan ketidakpastian masih membayangi pasar.
Data dari Coinmarketcap pada pukul 11.15 WIB menunjukkan bahwa Bitcoin (BTC), aset kripto paling dominan, mengalami penguatan sebesar 3,8% dalam 24 jam terakhir, mencapai harga US$ 65.445 atau sekitar Rp 1,09 miliar (dengan asumsi kurs Rp 16.804). Kebangkitan ini terjadi setelah BTC sempat menyentuh level terendahnya pada harga US$ 62.694 atau sekitar Rp 1 miliar pada perdagangan pagi.
Ether (ETH), mata uang kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, juga mencatatkan kinerja positif dengan penguatan sebesar 4,86% ke harga US$ 1.904 atau sekitar Rp 31,99 juta dalam 24 jam terakhir. ETH juga berhasil bangkit dari level terendahnya di harga US$ 1.813 atau sekitar Rp 30,46 juta.
Analisis Teknis dan Fundamental Pemulihan Kripto
Pemulihan pasar kripto ini dapat diatribusikan pada beberapa faktor. Secara teknikal, penurunan harga BTC sebelumnya dipicu oleh kegagalan untuk mempertahankan level US$ 64.000 hingga US$ 65.000. Namun, rebound yang terjadi menunjukkan adanya minat beli yang kuat di level harga yang lebih rendah.
"Data dari Standard Chartered, karena area US$ 64.000-US$ 65.000 gagal dipertahankan, memperingatkan potensi penurunan lanjutan hingga US$ 50.000 sebelum harga stabil. Saat ini, Bitcoin masih bergerak di bawah level psikologis US $70.000, menandakan tekanan jangka pendek masih membayangi pasar," ungkap Vice President Indodax, Antony Kusuma, kepada detikcom, Rabu (25/2/2026).
Komentar dari Antony Kusuma menggarisbawahi bahwa meskipun terjadi pemulihan, pasar masih rentan terhadap tekanan jangka pendek, terutama karena BTC masih berada di bawah level psikologis US$ 70.000. Namun, ia juga menekankan bahwa koreksi yang terjadi saat ini lebih teratur dibandingkan siklus krisis sebelumnya, yang menunjukkan kematangan struktur pasar kripto dan membuka ruang untuk pemulihan harga.
Strategi Investasi dan Prospek Pasar Kripto
Dalam kondisi pasar yang volatil, investor perlu menerapkan strategi yang bijaksana untuk mengelola risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan. Antony Kusuma menyarankan investor untuk mempertimbangkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) atau membeli aset secara bertahap.
"Pendekatan ini dianggap lebih disiplin dibanding mencoba menebak titik terendah pasar di fase konsolidasi," imbuhnya.
Strategi DCA memungkinkan investor untuk mengurangi dampak fluktuasi harga jangka pendek dengan membeli aset secara berkala dalam jumlah yang sama, tanpa memperhatikan harga saat itu. Dengan demikian, investor dapat memperoleh harga rata-rata yang lebih baik dalam jangka panjang.
Selain strategi DCA, investor juga perlu mempertimbangkan faktor fundamental yang dapat mempengaruhi pasar kripto, seperti sentimen makroekonomi, regulasi pemerintah, dan perkembangan teknologi blockchain.
Dampak Ketegangan Geopolitik dan Kebijakan Ekonomi AS
Sebelumnya, CEO Triv Gabriel Rey menjelaskan bahwa melemahnya pasar kripto secara umum dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Di samping itu, pengumuman tarif baru sebesar 15% yang diumumkan Presiden AS Donald Trump juga turut mempengaruhi pergerakan pasar kripto.
Ketegangan geopolitik dan kebijakan ekonomi AS dapat menciptakan ketidakpastian di pasar keuangan global, termasuk pasar kripto. Investor cenderung mencari aset yang lebih aman (safe haven) seperti emas, yang tercermin dari kenaikan harga emas beberapa hari terakhir.
"Jadi memang investor mulai menjual Bitcoin-nya, dan kita melihat juga emas mengalami kenaikan. Jadi kita melihat bahwa investor lebih shifting ke aset yang dirasa lebih aman dalam ketidakpastian makroekonomi ini," ujarnya kepada detikcom, Selasa (25/2).
Selain itu, BlackRock juga tercatat melepas porsi di ETH usai pendiri token tersebut, Vitalik Buterin, melakukan jual bersih jutaan dolar dari harga US$ 3.000 hingga saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa investor institusional juga dapat mempengaruhi pasar kripto dengan keputusan investasi mereka.
Kinerja Altcoin dan Stablecoin
Selain BTC dan ETH, sejumlah altcoin lainnya juga mencatatkan kinerja positif pada perdagangan hari ini. BNB, misalnya, tercatat menguat 0,79% sepanjang perdagangan 24 jam ke harga US$ 595,43. Solana (SOL) juga mengalami penguatan sebesar 7,29% ke harga US$ 82,24.
Stablecoin seperti Tether (USDT) bergerak stabil pada harga US$ 0.9998, sementara USDC menguat 0,1% ke harga US$ 1. Stablecoin berperan penting dalam ekosistem kripto karena memberikan stabilitas harga dan memfasilitasi perdagangan aset kripto lainnya.
Memecoin seperti DOGE juga mengalami penguatan sebesar 1,32% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 0.09261. Meskipun memecoin seringkali dianggap sebagai aset spekulatif, popularitasnya yang tinggi dapat mempengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.
Kesimpulan dan Implikasi Bagi Investor
Pasar kripto telah menunjukkan resiliensinya dengan bangkit kembali di tengah ketegangan geopolitik dan kebijakan ekonomi AS. Pemulihan ini memberikan harapan bagi investor, tetapi penting untuk diingat bahwa pasar masih rentan terhadap volatilitas dan ketidakpastian.
Investor perlu menerapkan strategi investasi yang bijaksana, seperti DCA, dan mempertimbangkan faktor fundamental yang dapat mempengaruhi pasar kripto. Selain itu, diversifikasi portofolio juga penting untuk mengurangi risiko.
Meskipun tantangan masih ada, prospek pasar kripto tetap cerah dalam jangka panjang. Teknologi blockchain terus berkembang dan adopsi mata uang kripto semakin meluas, yang dapat mendorong pertumbuhan pasar di masa depan. Namun, investor perlu tetap waspada dan berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Investor perlu melakukan riset sendiri dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi. Pasar kripto memiliki risiko yang tinggi dan investor dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan.




