Panduan Sehat Jaga Ginjal Selama Ramadan: Cukupi Cairan dan Batasi Gula
Sumber Foto: Liputan6.com
Lifestyle

Panduan Sehat Jaga Ginjal Selama Ramadan: Cukupi Cairan dan Batasi Gula

Fakta News Day - Liputan6.com, Jakarta - Selama Ramadan menjaga kesehatan ginjal bisa dilakukan dengan menjaga cairan cukup dan menjaga asupan gula yang masuk ke tubuh.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal-hipertensi, Dina Nilasari, mengingatkan bahwa pengaturan konsumsi gula dan pemenuhan cairan harus menjadi prioritas.

“Untuk menjaga kesehatan ginjal selama bulan puasa, jadi minum yang cukup. Tentunya pada saat sahur dan buka puasa, nah kemudian yang kedua adalah makan makanan yang sehat,” jelasnya dalam acara Edukasi Media, Kenali Penyakit Langka dan Jenisnya, di Sekretariat PAPDI Jaya Jakarta pada Jumat, 27 Februari 2026.

Selain cairan, kontrol gula juga menjadi perhatian utama. Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), batas konsumsi gula harian adalah 50 gram.

“Jadi untuk gula, bukan hanya kopi gula aren, tapi untuk gula itu setiap hari 50 gram. 50 gram gula yang boleh kita konsumsi setiap harinya. Itu berdasarkan WHO,” tambah Dina.

Jumlah tersebut setara dengan kurang lebih empat sendok makan gula, belum termasuk gula tambahan dari makanan olahan. Kebiasaan mengonsumsi minuman manis saat berbuka sering dianggap wajar karena tubuh membutuhkan energi cepat. Namun, konsumsi berlebihan justru berisiko meningkatkan kadar gula darah dan dapat membebani ginjal.

Konsumsi Kurma, Berapa Batasnya?

Dina menyebutkan bahwa kurma tetap boleh dikonsumsi, tetapi dalam jumlah yang wajar. Dua hingga tiga butir saat berbuka dinilai cukup dan tidak menimbulkan masalah, selama tidak disertai asupan gula tambahan berlebih seperti kue manis, gorengan, dan makanan berbahan tepung dalam jumlah besar.

Hindari Kafein Saat Sahur

Minuman berkafein seperti kopi dan teh sebaiknya dihindari saat sahur karena dapat memicu peningkatan frekuensi buang air kecil.

“Hindari kopi pada saat sahur bukan hanya kopi, teh juga ada kafeinnya. Karena itu akan menyebabkan diuresis, diuresis artinya pipis kita jadi makin banyak, sehingga makin dehidrasi saat puasa,” tuturnya.

Kurangi Gula Buatan

Adapun penggunaan pemanis alternatif seperti stevia dinilai relatif aman selama dikonsumsi dalam batas wajar. ‘Stevia oke, karena itu natural, tapi dalam batas wajar,” katanya.

Begitupun dengan jus, jus tanpa serat buah pada dasarnya hanya menyisakan cairan dan gula, sehingga lonjakan gula darah lebih cepat terjadi. Konsumsi buah secara utuh dinilai lebih baik karena kandungan serat membantu memperlambat penyerapan gula dalam tubuh.

"Jus yang hanya airnya saja itu jadi gula, sama aja minum gula, paling bagus minum dengan seratnya," ungkapnya.

Hal yang sama berlaku untuk madu dan pemanis alami lainnya yang tetap mengandung kadar gula tinggi sehingga tidak boleh dikonsumsi berlebihan.

Konsumsi Makanan yang Mengandung Kalium

Selain membatasi gula, konsumsi sayur dan buah yang mengandung kalium seperti pisang dapat membantu menjaga keseimbangan elektrolit selama berpuasa.

“Buah pisang itu mengandung kalium yang tinggi dan bisa menjaga energi kita seharian,” terangnya.

Kunci menjaga ginjal tetap sehat selama Ramadan yaitu dengan hindari kafein saat sahur, memilih makanan bergizi, mengurangi gula buatan, serta memastikan kecukupan cairan. Dengan pengaturan yang tepat, puasa dapat dijalani dengan aman tanpa takut mengganggu fungsi ginjal.