Panduan Joging Aman Selama Puasa untuk Hindari Dehidrasi
Fakta News Day - RRI.CO.ID, Jakarta - Joging saat puasa perlu dilakukan dengan perencanaan matang agar tidak memicu gangguan kesehatan selama Ramadan. Aktivitas fisik yang sembarangan berisiko menyebabkan dehidrasi dan mengganggu kelancaran ibadah sepanjang hari.
Dilansir dari laman Halodoc, waktu terbaik untuk joging ketika berpuasa adalah menjelang berbuka atau setelah shalat tarawih. Pada waktu tersebut, tubuh dapat segera menggantikan cairan yang hilang setelah aktivitas fisik selesai dilakukan.
Perencanaan asupan cairan menjadi langkah penting sebelum memutuskan tetap aktif berolahraga selama puasa. Pola minum 2-4-2 dianjurkan, yaitu dua gelas saat berbuka, empat gelas setelah makan malam, dan dua gelas saat sahur.
Kecukupan cairan juga dapat dibantu dengan mengkonsumsi buah serta sayuran yang mengandung banyak air. Langkah ini membantu menjaga hidrasi tubuh sehingga risiko lemas saat berlari dapat diminimalkan.
Selain hidrasi, pemanasan dan pendinginan memegang peranan penting ketika berolahraga dalam kondisi berpuasa. Peregangan dan jalan santai selama lima hingga sepuluh menit membantu tubuh beradaptasi sebelum dan setelah berlari.
Pengaturan napas juga perlu diperhatikan agar tubuh tidak cepat mengalami kelelahan saat joging. Bernapas melalui hidung dianjurkan untuk memastikan pasokan oksigen cukup ke otot selama aktivitas berlangsung.
Pemilihan sepatu lari yang tepat turut menunjang kenyamanan dan kestabilan selama berolahraga. Selain itu, konsultasi dengan dokter gizi tetap disarankan jika tujuan utama adalah menurunkan berat badan secara sehat dan seimbang.




