MTs Nurul Huda Cirebon Kembangkan Pendidikan Karakter di Era Digital
Sumber Foto: Kabar Priangan
Sosial

MTs Nurul Huda Cirebon Kembangkan Pendidikan Karakter di Era Digital

KABAR-PRIANGAN.COM - Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan pengaruh media sosial, MTs Nurul Huda yang beralamat di Jl. Sultan Syafiyuddin, Desa Matangaji, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terus memperkuat komitmennya dalam membangun pendidikan berbasis karakter dan nilai-nilai keislaman.

Madrasah ini menyadari bahwa tantangan zaman tidak hanya menuntut kecerdasan intelektual, tetapi juga ketangguhan moral. Oleh karena itu, pembentukan akhlak dan kepribadian siswa menjadi prioritas utama dalam setiap proses pembelajaran.

Kepala MTs Nurul Huda, Aam Hamdani, M.Pd., menegaskan bahwa penguatan pendidikan karakter merupakan respons atas perubahan sosial yang begitu cepat. “Di era digital saat ini, anak-anak menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya,” ucap Aam pada Rabu, 25 Februari 2026.

Penerapan Kebiasaan Positif yang Konsisten

“Kami ingin memastikan bahwa siswa tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, disiplin, dan rasa tanggung jawab yang kuat,” lanjutnya. Untuk mewujudkan hal tersebut kata Aam, berbagai program pembiasaan diterapkan secara konsisten.

Kegiatan seperti salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, serta pembinaan akhlak menjadi rutinitas harian di lingkungan sekolah. Nilai-nilai kedisiplinan juga ditegakkan melalui tata tertib yang jelas dan terarah.

“Pendidikan karakter tidak berdiri sendiri. Guru-guru kami mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam setiap mata pelajaran, sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Aam.

Guru Harus Menunjukkan Teladan

Peran guru dinilai sangat sentral dalam membentuk karakter peserta didik. Guru MTs Nurul Huda, Nani Suryani, M.Pd., menyampaikan bahwa keteladanan menjadi kunci utama dalam proses tersebut.

“Guru bukan sekadar penyampai materi. Kami adalah contoh nyata bagi siswa. Cara berbicara, bersikap, hingga kedisiplinan kami menjadi pembelajaran langsung bagi mereka. Pendidikan karakter tidak cukup diajarkan, tetapi harus ditunjukkan setiap hari,” tutur Nani.