Mentan Amran: Stok Pangan Nasional Aman di Tengah Geopolitik Global
Sumber Foto: republika.co.id
Internasional

Mentan Amran: Stok Pangan Nasional Aman di Tengah Geopolitik Global

Fakta News Day - Meski harga bahan baku berpotensi naik, pasokan beras, protein, dan pupuk terkendali.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Gita Amanda

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman meski situasi geopolitik global bergejolak. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman meski situasi geopolitik global bergejolak. Ia menyebut stok beras, protein hewani, hingga pupuk berada pada level mencukupi untuk kebutuhan dalam negeri.

Amran menyampaikan hal itu usai melepas ekspor produk unggas dan turunannya ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste, Selasa (3/3/2026). Ia memaparkan stok beras nasional terus meningkat dan diproyeksikan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Baca Juga

Mentan Pastikan Bahan Pokok Secara Nasional Surplus Hadapi Lebaran

Jelang Lebaran, Mentan Pastikan Kebutuhan Pokok di Tingkat Nasional dan Daerah Aman

Harga Cabai Rawit Awet di Level Rp80 Ribuan, Mentan Klaim Sudah Mulai Menurun

“Pangan kita lebih dari cukup. Ingat, pangan yang menjadi inti adalah untuk Indonesia, karbohidrat dan beras,” kata Mentan.

Ia merinci, stok beras di gudang saat ini mencapai 3,67 juta ton dan diperkirakan menyentuh 3,7 juta ton dalam waktu dekat. Pemerintah menargetkan stok menembus 4 juta ton pada pertengahan bulan dan 5 juta ton pada April.

Kapasitas gudang tersedia sekitar 3 juta ton. Pemerintah menambah sewa gudang hingga 2 juta ton untuk mengantisipasi lonjakan produksi. “Dan tanpa impor,” ujar Amran, menegaskan penguatan stok tersebut.

Pekerja mengambil telur ayam yang akan digunakan untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogor Tamansari Sukamantri di Jimmy Hantu Foundation, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. - (Republika/Prayogi)

Ia mengakui gejolak di Timur Tengah berpotensi memengaruhi perdagangan dan harga bahan baku. Kementerian Pertanian mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga pupuk dan komoditas lain dengan memastikan pasokan dalam negeri tetap terjaga.

“Kita harus pastikan dengan kondisi geopolitik yang tidak menentu, hampir pasti harga bahan baku bisa naik, termasuk pupuk. Makanya kita antisipasi, pangan kita cukup, protein kita cukup, Indonesia aman,” kata Amran.

Ia menambahkan, produksi pupuk tidak terhambat dan pasokan bahkan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan pasokan pupuk pada Januari–Februari disebut mencapai sekitar 40 persen. “Tidak terhambat, aman, pupuk sudah masuk,” ujarnya.

Di tengah isu impor 1.000 ton beras khusus, Amran menilai volumenya sangat kecil dibanding stok nasional yang mendekati 4 juta ton. Pemerintah justru menyiapkan ekspor beras 2.280 ton dalam waktu dekat.

Ia meminta publik melihat perbandingan tersebut secara rasional. Impor itu disebut beras khusus untuk kebutuhan tertentu seperti wisatawan dan investor, bukan beras konsumsi utama masyarakat.

Ikuti Whatsapp Channel Republika

Advertisement

ketersediaan pangan

stok beras

menteri pertanian

ekspor produk unggas

geopolitik global

pupuk

produksi pangan

keamanan pangan nasional

impor beras

komoditas pertanian

Berita Terkait

Ekonomi - 10 jam yang lalu

Stok Beras Pemerintah Tembus 5,3 Juta Ton, Badan Pangan Yakin Ketahanan Makin Kokoh

Ekonomi - 09 June 2026, 16:17

Amran Minta BGN Serap Telur Peternak Tiga Kali Sepekan Lewat Program MBG

Ekonomi - 08 June 2026, 17:24

Mentan: Harga TBS Sawit Semestinya Naik 10 Persen Seiring Dolar AS Tembus Rp 18.000

Ekonomi - 08 June 2026, 12:59

Amran: Harga Sawit Harus Kembali ke Level Semula, Tak Ada Alasan Turun

Ekonomi - 05 June 2026, 20:56

Ekonom: Kondisi Ekonomi Saat Ini Bukan Sinyal Krisis

Ekonomi - 02 June 2026, 14:25

Produksi Padi Tembus 24 Juta Ton, Petani Ikut Nikmati Kenaikan NTP

News - 31 May 2026, 20:13

Alarm NATO: AS Percepat Penarikan Pasukan dari Eropa, China Jadi Prioritas Baru

News - 31 May 2026, 08:19

Hegseth Semprot NATO: Kami Butuh Mitra, Bukan Negara yang Bergantung pada AS

Berita Lainnya

Esgnow - Kamis , 11 Jun 2026, 19:30 WIB

Imigrasi Jaksel Dorong Transparansi Informasi dan Komunikasi Publik

Esgnow - Kamis , 11 Jun 2026, 18:41 WIB

Pemprov Malut-Harita Nickel Kerja Sama Pelatihan Vokasi dan Penempatan Tenaga Kerja Lokal

Esgnow - Kamis , 11 Jun 2026, 18:33 WIB

Inovasi Pengolahan Limbah Perkuat Komitmen Hijau Industri Tambang

Esgnow - Kamis , 11 Jun 2026, 15:25 WIB

Bekasi, Bogor, dan Denpasar Jadi Lokasi Awal Proyek Sampah Jadi Listrik

Esgnow - Kamis , 11 Jun 2026, 13:53 WIB

Ekosistem Mangrove Topang Ekonomi Masyarakat Pesisir