Menghadapi Kesibukan Ramadhan: Pentingnya Sahur dan Ibadah
Belakangan media sosial dihebohkan dengan pernyataan seorang influencer yang memicu kontroversi. Ia menyatakan bahwa waktu sahur mengganggu waktu tidurnya dan tak semua cocok dengan aktivitas sahur. Menurutnya makan banyak sebelum tidur lebih sesuai dibanding perlu bangun untuk makan sahur.
Ucapannya viral dan menjadi bahan perbincangan publik. Tak sedikit yang memberi kritik tajam atas pernyataan yang mengundang polemik ini.
Saat bulan Ramadhan kegiatan harian semakin bertambah. Aktivitas dunia yang biasa rutin dilakukan kali ini diimbangi dengan amalan ibadah tambahan seperti tilawah Al-Quran, shalat tahajud, shalat Dhuha, tarawih, sedekah, serta sahur.
Jelas, apabila ibadah-ibadah tersebut jarang dilakukan di luar bulan Ramadhan, maka hal ini dapat menyebabkan kesulitan dan kewalahan bahkan sampai menyebabkan ketidaklaziman dalam mengerjakannya. Apalagi jika kegiatan rutin harian sudah terasa padat dan sibuk, tentu hal ini menyebabkan kesulitan dalam beradaptasi. Dan pada akhirnya kegiatan biasa lebih kita utamakan ketimbang ibadah tambahan saat bulan Ramadhan.
Tapi, dengan adanya bulan Ramadhan, bukankah seharusnya kita jadi semakin sadar akan pentingnya ibadah yang sudah lama bahkan menjadi asing ini tidak pernah kita lakukan.
Bahkan bulan ini hanya hadir satu kali dalam 12 bulan yang kita lalui selama ini. Hanya kita kerjakan 30 hari dari 365 total hari yang ada.
Ditengah kesibukan yang terjadi, Ramadhan justru mengenalkan kembali kepada kita akan sesuatu yang lebih penting daripada mengejar kesibukan dunia yang selama ini terus kita pikirkan. Yang telah membuat lalai akan kewajiban sebenarnya seorang hamba. Yang membuat lupa hakikat sejati dihidupkan di dunia.
1. Sadari tujuan
Coba sadari untuk apa kita melakukan ibadah ini?.




