Kementerian PUPR Percepat Perbaikan Jalan di Cianjur Jelang Mudik
Sumber Foto: ANTARA News Jawa Barat
Nasional

Kementerian PUPR Percepat Perbaikan Jalan di Cianjur Jelang Mudik

Cianjur (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui PPK 2.1 Provinsi Jawa Barat, perbaiki jalan yang rusak di sepanjang wilayah Kabupaten Cianjur, sehingga dapat dilalui pemudik dengan aman dan nyaman.

Koordinator pengawas lapangan Kementerian PUPR PPK 2.1 Provinsi Jabar Agus Warso di Cianjur, Kamis mengatakan, perbaikan jalan di Cianjur dilakukan dengan berbagai metode seperti penambalan hingga penebalan atau perbaikan menyeluruh.

Pihaknya menargetkan sebelum masuknya musim mudik lebaran tidak ada lagi lubang di jalur yang akan padat dilalui pemudik mulai dari utara hingga selatan Cianjur, dimana hal yang sama diikuti perbaikan jalan provinsi dan kabupaten.

"Ditargetkan perbaikan jalan sudah selesai tujuh hari sebelum lebaran, sehingga saat dilalui pemudik sudah mulus dan tidak ada lubang atau jalan yang rusak," katanya.

Dia menjelaskan, perbaikan jalan yang rusak mulai dari penambalan lubang, penebalan dan perbaikan menyeluruh dengan mengeruk landasan jalan yang rusak agar kembali rata dan mulus, sehingga tidak menyebabkan jalan bergelombang.

Bahkan di sejumlah titik di wilayah selatan Cianjur tepatnya di Kecamatan Sukanagara, petugas melakukan pengerukan jalan rusak untuk diratakan dan kembali diaspal menggunakan alat berat sehingga kembali mulus dan layak dilalui.

"Tidak hanya jalur provinsi, sekitar 40 kilometer jalan nasional di kawasan perkotaan Cianjur tengah dilakukan perbaikan, termasuk jalur lingkar Selatan yang berganti status jadi jalan nasional," katanya.

Selama proses pengerjaan berjalan pihaknya berkoordinasi dengan dinas terkait dan kepolisian untuk melakukan rekayasa arus karena pengerjaan dilakukan sepanjang hari, khusus di Jalan Lingkar Selatan diberlakukan sistem satu arah bergantian.

"Kami berupaya perbaikan di jalur lingkar selatan dapat tuntas dengan cepat, sehingga arus kendaraan dapat melintas normal, kendala-nya perbaikan jalan cukup berat dan membutuhkan waktu yang lama, sehingga dilakukan sistem buka tutup satu arah bergantian" katanya.